Shell Eco-Marathon Pacu Mahasiswa Kembangkan Kendaraan Hemat Energi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil peserta melaju saat mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) Tahun 2018 untuk Kategori Urban, di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Rabu, 28 November 2018. ANTARA

    Mobil peserta melaju saat mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) Tahun 2018 untuk Kategori Urban, di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Rabu, 28 November 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Partisipasi Indonesia dalam kompetisi inovasi kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan, Shell Eco-Marathon (SEM) Asia, memasuki usianya yang ke-10 sejak pertama kali diadakan pada 2010.

    SEM Asia mendorong berbagai inovasi para inovator muda Indonesia yang berkompetisi.

    Menurut President Director & Country Chair Shell Indonesia Dian Andyasuri, SEM menginspirasi generasi muda Indonesia untuk bereksperimen dalam mencari solusi tantangan efisiensi bahan bakar.

    “Kami bangga dengan peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat, yaitu lebih dari 200 persen dan jumlah partisipasi kampus yang hanya 4 di tahun 2010 menjadi lebih dari 25 institusi pendidikan pada 2020,” ujarnya dalam Shell Press Conference Virtual pada Jumat, 4 Desember 2020.

    Partisipasi mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dalam kompetisi Shell menghadirkan sederet kendaraan hemat energi hasil inovasi mereka.

    Berawal dari 9 team yang berpartisipasi kategori internal combustion pada 2020 tumbuh menjadi 16 tim untuk kategori internal combustion dan 15 team dengan kategori mobil listrik dan hydrogen fuel cell.

    Internal combustion adalah mesin pembakaran dalam dengan bahan bakar bensin, diesel, ethanol dan gas alam terkompresi. 

    Indonesia juga berhasil memukau khalayak dunia di ajang Drivers’ World Championship (DWC) sebagai perwakilan regional Asia.

    Dalam kesempatan yang berbeda, tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan tim Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meraih juara setelah mengalahkan tim pesaing dari Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.

    “Pencapaian tim-tim Indonesia sampai saat ini telah menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi yang kompetitif, gigih, dan inovatif,” tutur Dian.

    Jumlah peserta dan institusi pendidikan yang bagian dalam inovasi transportasi di Indonesia juga meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini terdapat sekitar 80 tim dari 45 institusi yang sudah memiliki inovasi di bidang mobil hemat energi.

    Dukungan pemerintah terhadap kompetisi Shell berupa Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE), yang mengadopsi model dan peraturan SEM pada tingkat nasional.

    Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan generasi muda menjadi aktor utama dalam mencapai target penurunan efisiensi energi sebesar 1 persen per tahun, bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025, dan penurunan emisi CO2 sebesar 198 juta ton CO2 pada sektor energi pada 2025.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto