Mercedes-Benz Indonesia Beri Sinyal Pasarkan Mobil Listrik Tahun 2021

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes Benz E300 e AMG Lite ikut dipamerkan di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat 19 Juli 2019. Konsumsi bahan bakar Mercedes-Benz E300 e AMG EQ Power dapat mencapai 1,8l/100 km pada kombinasi kedua sistem dengan standar EU-cycle dan emisi gas buang 41 g CO2/km. Tempo/Tony Hartawan

    Mercedes Benz E300 e AMG Lite ikut dipamerkan di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat 19 Juli 2019. Konsumsi bahan bakar Mercedes-Benz E300 e AMG EQ Power dapat mencapai 1,8l/100 km pada kombinasi kedua sistem dengan standar EU-cycle dan emisi gas buang 41 g CO2/km. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Choi Duk-jun mengungkapkan bahwa pihaknya akan memboyong rangkaian mobil listriknya ke Tanah Air sekiranya pada tahun 2021.

    "Seperti yang kita tahu, industri otomotif saat ini mulai bergeser ke kendaraan listrik. Kami berharap bisa meluncurkan mobil listrik Mercedes-Benz di 2021 dengan kemungkinan tiga model yang akan kami boyong," kata Choi dalam jumpa media di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Ia mengatakan, pihaknya juga akan terus memantau dan mengikuti sejumlah regulasi dari pemerintah Indonesia pada tahun 2021 mengenai kendaraan listrik, infrastruktur pelengkap, serta insentif pajak -- yang rencananya akan diberlakukan pada Oktober 2021.

    "Kami menunggu regulasi yang lebih pasti dari Indonesia. Kami sudah menyiapkan, namun jadwal dan detilnya akan menyusul," kata Choi.

    Baca juga: Mercedes-Benz Hadirkan Mobil Listrik Pesaing Tesla

    "Kami juga berharap nantinya di tahun 2022 akan ada lebih banyak lineup (mobil listrik Mercedes-Benz di Indonesia), menyusul pasar yang lebih siap dan matang," ujarnya menambahkan.

    Department Manager Product, Pricing, and Ordering Management MBDI, Radite Erlangga pun menambahkan, pihaknya pun melakukan studi terkait jenis segmen mobil, hingga harga yang cocok dengan kesiapan pasar mobil listrik di Indonesia.

    "Bukan hanya untuk kendaraan listrik, tapi semua mobil yang kami bawa ke sini selalu ada studi seperti produk, spesifikasi, harga, dan lainnya, apakah nantinya kendaraan ini akan cocok untuk konsumen dan pasar Indonesia," kata Radite.


    Baca: Mercedes-Benz Luncurkan SUV Bertenaga Listrik Pertama

    Ia juga menyinggung mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertama mereka yang diboyong ke Indonesia, E 300 e EQ Power, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

    Menurut Radite, hal itu juga merupakan studi dan acuan pasar Indonesia untuk mobil listrik bagi Mercedes-Benz.

    "Untuk memasukkan kendaraan ke Indonesia, kita perhatikan apakah customer akan happy dan suitable dengan model ini. Kami menghitung, memilah, dan kita akan plan itu semua. Jadi, ketika mobil tersebut masuk, akan menjadi produk yang tepat bagi customer Indonesia," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.