45 Tahun Perjalanan BMW Seri 3, Mobil Ikonik Film Catatan Si Boy

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BMW 320i Sport, Sirkuit Internasional Sentul, 1 Desember 2020. TEMPO/Wawan Priyanto

    BMW 320i Sport, Sirkuit Internasional Sentul, 1 Desember 2020. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaBMW Seri 3 tahun ini memasuki usianya yang ke-45 tahun. Sebuah perjalanan panjang bagi kendaraan yang masih eksis hingga saat ini. Seri 3 bisa disebut sebagai karya masterpiece dari pabrikan asal Jerman itu.

    Kemunculannya menjadi angin segar bagi perusahaan karena digemari dan menjadi model terlaris. Sejumlah analis menyebut BMW Seri 3 menjadi penyelamatan di masa sulit perusahaan di era 1970an.

    Berdasarkan data perusahaan, sejak diluncurkan pada 197 hingga 2018, total penjualan BMW Seri 3 di seluruh dunia mencapai lebih dari 15,5 juta unit. Di Indonesia, BMW Seri 3 E30 populer setelah digunakan dalam film Catatan Si Boy di tahun 1990an. Model E30 banyak dikoleksi penggemarnya hingga saat ini.

    Seri 3 di Indonesia juga menjadi tulang punggung penjualan hingga saat ini. “BMW X1 dan BMW Seri 3 bergantian menyumbang penjualan terbesar di Indonesia,” kata Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia, Jodie O’tania, pekan lalu di Jakarta.

    BMW Seri 3 1975. (BMW)

    BMW E21 – Generasi pertama

    • Periode: 1975-1983
    • Tenaga: 55-105 kW / 75-143 hp
    • Varian: Sedan (2-pintu), Convertible (Baur Topcabriolet) 

    BMW Seri 3 pertama - sedan dua pintu adalah penerus BMW Seri 02 yang legendaris - diluncurkan ke dunia di Stadion Olimpiade Munich, Jerman pada tahun 1975. Desainnya adalah gagasan Paul Bracq, BMW Director of Design dari tahun 1970 hingga 1974. BMW Seri 3 sedan ini tidak tertandingi dalam hal kinerja dinamis dan performa sporty, meletakkan dasar yang kokoh bagi kisah sukses yang berlanjut hingga hari ini. 

    Generasi pertama dari BMW Seri 3 terkenal dengan profilnya yang khas dengan bagian belakang yang terangkat dan garis lipatan di sepanjang bodi. Dilihat dari belakang, bagian belakang tersebut hanya untuk selera orang tertentu, terutama bagian di antara lampu belakang. Hanya beberapa bulan setelah dimulainya produksi, para desainer menambahkan trim plastik hitam ke bagian belakang. 

    BMW Seri 3 generasi pertama mencakup satu inovasi yang akan menjadi fitur standar untuk semua model BMW: dashboard yang miring ke arah pengemudi. Desain ini memudahkan pengemudi untuk mengoperasikan instrumen panel pada dashboard. 

    Detail desain lainnya - seperti overhang pendek di bagian depan, double-kidney grille, garis lipatan di sepanjang bodi, lampu depan kembar yang terdapat pada beberapa model, serta Hofmeister kink pada C-pillar - tetap menghiasi generasi berikutnya. 

    BMW Seri 3 1982. (BMW)

    BMW E30 – Generasi kedua

    • Periode: 1982-1994
    • Tenaga: 66-175 kW / 90-238 hp
    • Varian: Sedan (2 and 4-pintu), Convertible, Baur Topcabriolet, Touring, M3 (sebagai Coupé dan Convertible)

    Di Maroko, generasi kedua BMW 3 Series disingkap. Inovasi utamanya tujuh varian berbeda, dengan gaya berorientasi sedan yang dominan pada semua versi tersebut. Pada tahun 1982, Seri 3 diluncurkan sebagai sedan dua pintu, dengan sedan empat pintu tersedia sejak September 1983 dan seterusnya. 

    Semua model generasi kedua yang diproduksi memiliki lampu depan kembar yang standar untuk seri ini, sebuah fitur desain yang telah disertakan dalam setiap BMW Seri 3 sejak saat itu. 

    BMW Seri 3 convertible dan model-model BMW M3 pertama menyusul hanya dua tahun setelahnya. Coupé berperforma tinggi, dengan tenaga hingga 238 hp, memungkinkan BMW untuk mengambil bagian dalam German Touring Car Championship (DTM). Sebagai model "homologasi", BMW M3 menerima persetujuan dari otoritas motorsport untuk bersaing dalam balapan. 

    Setelah diluncurkan sebagai prototipe yang dibangun oleh karyawan BMW Max Reisböck, Touring pertama ditambahkan ke Seri 3 pada tahun 1987. Reisböck ingin mengajak keluarganya berlibur, tetapi ternyata bagasi BMW Seri 3 sedan dengan desain notchback nya, tidak memiliki ruang yang dibutuhkan. Terlatih sebagai seorang insinyur bodywork, Reisböck memotong C - column dan menggesernya ke belakang, sehingga menciptakan station wagon pertama yang ditawarkan oleh BMW.

    BMW Seri 3 1996. (BMW)

    BMW E36 – Generasi ketiga

    • Periode: 1990-2000 
    • Tenaga: 73-236 kW / 99-321 hp
    • Varian: Sedan, Coupé, Convertible, Baur Topcabriolet, Touring, Compact, M3 (sebagai Sedan, Coupé, dan Convertible) 

    Generasi ketiga dari BMW Seri 3 merupakan salah satu kemajuan desain paling signifikan dalam sejarahnya hingga saat itu. Bahasa formal lebih berorientasi pada coupé, dengan A-line dan C-line yang sangat miring, sementara sudut atapnya memiliki kemiringan ke bawah yang jelas. Selain itu, kendaraan generasi ketiga ini juga terkenal karena lampu depan kembar yang dipasang di bawah penutup kaca bersama. 

    Delapan Varian dari Seri 3: generasi ketiga BMW Seri 3 terdiri dari rentang gaya bodi terluas hingga saat itu, termasuk Sedan, Coupé, Convertible, Touring, Compact, dan M3 - yang terakhir sebagai Sedan, Coupé, atau Convertible. 

    Hatchback Kompak: BMW Seri 3 Compact mewakili sesuatu yang baru dalam jajaran Seri 3. Varian baru ini diluncurkan pada Maret 1994 sebagai opsi hatchback tiga pintu yang lebih kompak. Sementara bagian depan kendaraan ini tidak berbeda dari model lain, bagian belakang memiliki desain yang unik dengan panjangnya 22,5 cm lebih pendek dari Coupé. BMW Seri 3 Kompak ini memang diterima dengan baik, mulai dari awal hingga menjadi model dengan penjualan tertinggi ketiga, setelah Sedan dan Coupé.

    BMW Seri 3 2002. (BMW)

    BMW E46 Generasi keempat

    • Periode: 1997-2006
    • Tenaga: 77-265 kW / 105-360 hp
    • Varian: Sedan, Coupé, Convertible, Touring, Compact, M3 (sebagai Coupé dan Convertible) 

    Tahun 1997 menjadi saksi dari peluncuran generasi keempat BMW Seri 3. Sama seperti sebelumnya, Sedan adalah model pertama yang dirilis, disusul oleh Coupé, Convertible, Touring, Compact, dan M3. Untuk pertama kalinya, perbedaan styling yang signifikan terlihat dalam jajaran Seri 3, dengan model Coupé, Convertible, dan Compact masing-masing memiliki bentuk bahasa sendiri. 

    Greenhouse sebagai Penggerak Penjualan: terutama dengan profilnya, BMW 3 Series generasi keempat ini menginterpretasikan kembali elemen-elemen desain sedan BMW. Desain tiga kotak dipertahankan (dengan delineasi yang jelas antara kap, kabin, dan ruang bagasi). Namun, seluruh greenhouse (rumah kaca) - dengan kata lain, kaca depan, jendela belakang dan samping, pilar yang memisahkannya, dan atap mobil - didesain ulang.

    Dilihat dari samping, profil atapnya diberi lekukan yang lebih menonjol. Ini menciptakan ruang kepala lebih besar bagi penumpang di belakang. Perubahan desain baru itu meraih sukses: dengan 3.266.885 unit terjual, generasi keempat dari BMW Seri 3 telah menjadi model BMW terlaris sepanjang masa. 

    BMW Seri 3 2009. (BMW)

    BMW E90 – Generasi kelima

    • Periode: 2005-2013
    • Tenaga: 90-331 kW / 122-450 hp
    • Varian: Sedan, Coupé, Convertible, Touring, M3 (sebagai Sedan, Coupé, dan Convertible) 

    Di Geneva Motor Show pada Maret 2005, BMW memperkenalkan generasi kelima dari Seri 3 - yang hanya satu tahun kemudian dianugerahi gelar "World Car of the Year." 

    Desainnya juga cepat berkembang, karena untuk pertama kalinya para varian mengikuti jalurnya sendiri. Model Coupé dan Convertible, misalnya, pada saat ini mulai berevolusi ke arah desain yang sangat berbeda. 

    Sebuah percampuran yang tidak ada tandingannya: BMW M3 Sedan muncul dari perpaduan antara dua desain tersebut. Desainnya melibatkan kombinasi unik terdiri dari bagian depan yang didasarkan ujung depan Coupé dan bagian belakang yang berasal dari Sedan. 

    M3 generasi kelima diuji secara komprehensif baik di trek balap maupun di pabrik BMW M GmbH - bahkan dalam versi pikap! Yang mengejutkan, pikap M3 itu bukan yang pertama dari jenisnya - truk pikap BMW M3 generasi kedua telah digunakan untuk memindahkan barang di sekitar lokasi pabrik selama sekitar 26 tahun.

    BMW Seri 3 2016. (BMW)

    BMW F30 – Generasi keenam

    • Periode: 2011 dan 2019
    • Tenaga: 85-338 kW / 116-460 hp
    • Varian: Sedan, Touring, Gran Turismo, M3

    BMW Seri 3 menjadi elektrik! Untuk pertama kalinya, jajaran mesinnya termasuk opsi hibrida (ActiveHybrid 3, disusul oleh 330e iPerformance). Semua mesin ini juga menjadi turbocharged. 

    Desainnya, yang lebih kuat disejajarkan dengan BMW Seri 5 yang lebih besar, merupakan evolusi dari pendahulunya. Satu detail yang mencolok adalah bahwa lampu depan sekarang terhubung ke kidney grille. 

    Pada saat yang sama, generasi keenam ini juga telah berevolusi dalam hal ukurannya, dengan peluncuran versi Gran Turismo yang lebih panjang. Varian baru ini menambahkan profil atap coupé ke sedan dan memiliki jarak sumbu roda yang lebih panjang. Manfaatnya, terutama bagi penumpang di bagian belakang, adalah tambahan kelapangan bagi kaki dan kepala. 

    Gaya individu sangat ditekankan. Sejalan dengan perkembangan zaman, pelanggan bebas untuk menyesuaikan spesifikasi perlengkapan, dengan memilih dari berbagai material dan warna. Sekarang ada tiga trim level lain yang tersedia di samping M sports package yang terkenal: Modern line, Sports line, dan Luxury line. 

    Dua dari model Seri 3 diganti namanya menjadi Seri 4: menggunakan model coupé dan convertible untuk menciptakan seri baru sudah menjadi topik diskusi 20 tahun yang lalu, pada saat BMW Seri 3 generasi ketiga. Dengan kemunculan generasi keenam, ini menjadi kenyataan. Sementara Sedan, Touring, dan Gran Turismo tetap di bawah label BMW Seri 3, Convertible, Coupé, dan Gran Coupé baru membentuk keluarga mereka sendiri, yaitu BMW Seri 4.

    BMW 320i Sport. 1 Desember 2020. (BMW Indonesia)

    BMW G20 - Generasi Ketujuh

    • Periode: 2019 hingga sekarang
    • Tenaga: 115 kW/190 kW
    • Varian: Sedan, Wagon, M3 (2021)

    Generasi ketujuh BMW Seri 3 debut di Paris Motor Show pada 2 Oktober 2018. Ini adalah pembaruan total tidak hanya dari sisi desain, tapi juga chassis yang diklaim membuat mobil lebih mudah dikendalikan dan stabil saat dipacu dalam kecepatan tinggi.

    Tempo membuktikan ubahan signifikan salah satu varian G20 yakni BMW 320i Sport di Sirkuit Sentul. Pengujian ini cocok untuk menjajal bagaimana kinerja chassis baru pada 320i Sport saat mobil dipacu sekencang mungkin di sirkuit, bukan di jalan raya.

    Hasilnya memang terlihat saat mobil ini melewati R6-R7 (S kecil), mobil cukup stabil meski masih menggunakan suspensi standar pabrikan. Di trek lurus, performa mesinnya cukup bisa diandalkan, Tempo bisa menembus kecepatan 190 kilometer per jam.

    Menariknya, meski model ini bermain di entry level premium, BMW melengkapinya dengan sejumlah fitur canggih yang sebelumnya hanya terdapat model di atas Seri 3. Di antaranya adalah fitur yang membawa model ini menjadi pelopor menuju kendaraan otonom. Fitur itu adalah  Park Distance Control dan kamera tampak belakang membantu pengemudi melakukan manuver dan memasuki / keluar dari tempat parkir.

    Proses parkir yang lebih mudah juga hadir dengan adanya Park Assist, yang mengambil alih kemudi, akselerasi, pengereman, dan perubahan gigi dengan transmisi Steptronic saat masuk dan keluar slot parkir paralel dan lateral.

    Fitur andalan terbaru salah satunya adalah Reversing Assistant, di mana BMW Seri 3 dapat mundur kembali ke posisi semula secara otomatis dengan jarak 50 m, dengan rute yang sama saat bergerak maju. Fitur ini berguna saat pengendara menghadapi rintangan di depan dan harus kembali dengan posisi mundur.

    Berikut data penjualan Seri 3 secara global (1975-2018) dan data penjualan Seri 3 di Indonesia (2005-2018).

    Data Global Penjualan BMW Seri 3 (1975 - 2018)
    E21 = 1,36 juta unit
    E30 = 2,35 juta unit
    E36 = 2,75 juta unit
    E46 = 3.27 juta unit
    E90, E91, E92, E93 = 3,10 juta unit
    F30, F31, F34, F35, F80 = 2,72 juta unit

    Data penjualan BMW Seri 3 di Indonesia (2005 - 2018)
    2005 : E46 (21), E90 (578), F30 (0) = 599 unit
    2006 : E46 (0), E90 (285), F30 (0) = 285
    2007 : E46 (0), E90 (565), F30 (0) = 565
    2008 : E46 (0), E90 (400), F30 (0) = 400
    2009 : E46 (0), E90 (539), F30 (0) = 539
    2010 : E46 (0), E90 (529), F30 (0) = 529
    2011 : E46 (0), E90 (545), F30 (0) = 545
    2012 : E46 (0), E90 (393), F30 (371) = (764)
    2013 : E46 (0), E90 (2), F30 (912) =  914
    2014 : E46 (0), E90 (0), F30 (1152) = 1.152
    2015 : E46 (0), E90 (0), F30 (1217) = 1.217
    2016 : E46 (0), E90 (0), F30 (843) = 843
    2017 : E46 (0), E90 (0), F30 (915) = 915
    2018 : E46 (0), E90 (0), F30 (649) = 649

     

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.