IIMS Motobike Hybrid Sukses Digelar, Sinyal Positif Industri Otomotif

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi IIMS Motobike. (Dyandra)

    Ilustrasi IIMS Motobike. (Dyandra)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Keberhasilan pameran otomotif hybrid pertama di Indonesia, IIMS Motobike Hybrid Show 2020, memberi sinyal positif bagi dunia pameran dan industri otomotif untuk pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

    Indonesia International Motor Show atau IIMS Motobike Hybrid Show 2020 digelar pada 4 – 13 Desember 2020.

    Presiden Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh menerangkan, dirinya yakin industri otomotif menunggu momentum agar bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

    “IIMS Motobike Hybrid Show adalah persembahan Dyandra Promosindo untuk dunia otomotif,” ujar dia dalam keterangan tertulis hari ini, Senin, 14 Desember 2020.

    ADVERTISEMENT

    Dalam sepuluh hari penyelenggaraan, dia menjelaskan, 1.227 pengunjung datang ke offline venue, MotoVillage, Jakarta.

    Selama pameran berlangsung, terhitung data impresi website indonesianmotobike.com sejumlah 15.319 impressions, dengan keseluruhan di digital platform IIMS Motobike Hybrid Show 2020 terhitung 1.252.493 impressions.

    Pameran yang diikuti sembilan merek motor dan elemen pendukungnya ini mendapat respons positif dari nilai transaksi dan kehadiran pengunjung.

    Berdasarkan data penjualan IIMS Motobike Hybrid Show 2020 yang dilaporkan Agen Pemegang Merek (APM) roda dua dan aftermarket, tercatat jumlah transaksi sebesar Rp 2,84 miliar.

    Menurut Hendra, IIMS Motobike Hybrid Show menjadi ajang pembelajaran bagi Dyandra dalam gelaran event hybrid kedepannya.

    “Dan kami siap menyambut Indonesia International Motor Show (IIMS) pada 18 – 28 Februari 2021 di JIExpo, Kemayoran,” kata Hendra.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.