Membedah Spesifikasi Sepeda Listrik Easy Bike Rakitan Mahasiswa Unpad

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Purwarupa Easy Bike sepeda listrik rakitan tim kelompok Student Energy Universitas Padjadjaran. (Dok.Unpad)

    Purwarupa Easy Bike sepeda listrik rakitan tim kelompok Student Energy Universitas Padjadjaran. (Dok.Unpad)

    TEMPO.CO, Bandung - Tim mahasiswa dari kelompok Studen Energy Universitas Padjadjaran (Unpad) masih mengembangkan purwarupa sepeda listrik Easy Bike. Sepeda listrik rakitan itu rencananya akan diluncurkan Februari 2021 untuk pemakaian di dalam kampus Unpad di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Kecepatannya berkisar 30-40 kilometer per jam.

    Ketua proyek Easy Bike, Kenny mengatakan, spesifikasi mesin elektrik tidak banyak berubah. Tim merakit baterai berkapasitas 360 Watt (36V 10Ah) dan motor jenis rear hub 350 watt. Motor atau dynamo dipasang di poros roda belakang. “Perbengkelannya di pemasangan motor itu,” ujarnya, Selasa, 15 Desember 2020.

    Pada sistem sepeda listrik, kerja motor dan baterai diatur oleh sistem kendali yang dipasang pada kerangka.

    “Sistemnya dari baterai ke kontroler untuk menyalakan atau mematikan mesin sepeda listrik,” kata mahasiswa Teknik Elektro Unpad itu. Easy Bike memakai lima transmisi assist untuk mendorong kereta angin.

    Menurut Kenny, sepeda itu memakai dua sistem stimulus. Jenis pertama memakai sensor untuk membaca kayuhan pedal lalu sistemnya bekerja mendorong laju sepeda. “Sistem kedua seperti sepeda listrik otomatis, ketika digas akan mengaktifkan motor dan menggerakkan sepedanya,” ujar dia.

    Kendali lajunya dipasang di setang tangan kanan. Dari hasil pengujian tim, jarak Bandung-Jatinangor sejauh 26 kilometer menghabiskan seperempat daya baterai atau satu dari empat bar indikator.

    Hasil itu terlihat dari monitor kecil yang dipasang di setang sepeda. Kenny mengatakan saat pengujian, penggunanya melakukan kombinasi kayuhan bertenaga kaki dengan dorongan mesin. “Karena kontur jalannya relatif landai,” ujarnya.

    Fasilitas tambahan yang akan dipasang pada Easy Bike yaitu RFID (Radio Frequency Identification) untuk akses peminjaman sepeda oleh pengguna nantinya. Kemudian modul GPS (Global Positioning System) untuk memantau keberadaan sepeda listrik di dalam kampus oleh pengelola.

    Beberapa penyempurnaan lain seperti jenis sepeda yang cocok dan perlindungan sistem elektrik Easy Bike dari terpaan air seperti hujan.

    Sementara ini Easy Bike memakai jenis sepeda gunung (MTB) dengan tiga gigi depan dan tujuh gigi belakang. Sejauh ini juga sepeda listrik itu belum teruji keamanannya dari guyuran air.

    “Pernah dipakai waktu gerimis dan aman, kalau hujan deras masih perlu pengujian lagi,” kata Kenny. Selain itu mereka masih harus menyempurnakan sistem pengisian baterai dari stasiun panel surya yang akan dipasang di beberapa titik di dalam kampus.

    Agar lebih minim emisi karbon, setrum untuk sepedanya berasal dari tangkapan panel surya, bukan listrik dari perusahaan negara.

    Program sepeda listrik Easy Bike ikut digagas oleh Mutiara Nawansari mahasiswi Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam, Lutfia Rahmannisa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Alamsyah Yahya Nugraha mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ferry Faizal ikut terlibat sebagai dosen pembimbing.

    Menurut Mutiara, gagasan Easy Bike merupakan upaya untuk mengeliminasi emisi gas karbon dioksida (CO2) dari sepeda motor di dalam lingkungan kampus hingga sebesar 1.450 ton selama setahun.

    Konsep sepeda listrik itu menjadi kampiun di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional Kategori Mahasiswa Vosico 2020 gelaran Universitas Negeri Malang pada Agustus lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.