Ini Tanda-tanda Penjualan Mobil Bekas Melonjak pada 2021

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati sejumlah  mobil bekas di Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Mobil baru diwacanakan mendapat insentif pembebasan pajak hingga 0 persen. Tempo/Tony Hartawan

    Pengunjung mengamati sejumlah mobil bekas di Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Mobil baru diwacanakan mendapat insentif pembebasan pajak hingga 0 persen. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Penjualan mobil bekas pada 2021 diproyeksikan membaik yang didukung perubahan pola mobilitas publik akibat pandemi Covid-19.

    Co-Founder CARRO Aditya Lesmana menuturkan bahwa situasi penuh ketidakpastian karena pandemi justru menciptakan lonjakan jual-beli mobil bekas.

    “Selama pandemi COVID-19, CARRO telah mengalami lonjakan permintaan sebesar 600 persen untuk mobil bekas bersertifikat yang dapat diuji coba dari rumah dan dibeli secara online,” ucapnya dalam siaran persnya hari ini, Rabu, 16 Desember 2020.

    Menurut riset “Indonesian Autos” oleh HSBC Global Research, 90 persen responden di Indonesia menyatakan memilih menggunakan kendaraan pribadi atau mobil pribadi sebagai alat transportasi agar terhindar dari virus Corona.

    Muncul pula tren baru di kalangan masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi untuk menjalankan usaha atau berbisnis. Data ini memunculkan keyakinan bahwa prospek penjualan mobil bekas tahun depan masih menjanjikan.

    Berdasarkan data Research Specialist Mandiri Institute, terlepas dari industri otomotif yang terpukul akibat Covid-19 penjualan mobil diprediksi meningkat hingga 38,7 persen atau setara 843.000 unit pada 2021.

    Pengamat otomotif sekaligus Presiden Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh, industri otomotif perlu melakukan transformasi digital agar dapat memenuhi permintaan pelanggan di era teknologi ini.

    Tren penggunaan mobil untuk menjalankan usaha semakin meningkat, mulai dari menjual buah-buahan dan sayuran hingga kopi dan makanan ringan. Menurut Hendra, ini menunjukkan masyarakat memandang mobil tidak hanya sebagai alat transportasi.

    “Memilih mobil bekas untuk memulai usaha memang menjadi opsi yang tepat," ucapnya.

    Ipsos Business Consulting mengungkapkan, 40 persen pembelian mobil bekas dilakukan secara tunai. harga tunai memang lebih murah 20-30 persen dibandingkan kredit.

    Portal jual-beli mobil bekas  CARRO menawarkan solusi bagi pelanggan untuk membeli mobil bekas dengan aman dan nyaman langsung dari rumah masing-masing, atau melalui aplikasi Tokopedia.

    Semua mobil dilengkapi dengan kode QR, yang dapat di-scan oleh pelanggan untuk melihat semua informasi kendaraan meliputi kondisi, fitur, histori, serta hasil inspeksi pada 150 titik, hingga informasi harga dan opsi pembayaran.

    Semua mobil yang dijual juga di jamin bebas banjir, bebas kecelakaan, bukan curian, odometer asli, dan dilengkapi dengan riwayat servis serta dokumen dan surat-surat lengkap.

    Pelanggan dapat melakukan test drive dan membeli mobil bekas secara online tanpa harus melakukan kontak fisik atau bertemu secara langsung dengan penjual.

    Mereka hanya perlu memilih kendaraan sesuai dengan keinginan, dan CARRO akan mengirimkan mobil bekas langsung ke rumah konsumen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.