Daihatsu Ungkap Strategi Bertahan di Posisi 2 Grup Astra hingga Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu pabrik Daihatsu di Sunter, Jakarta Utara. (Daihatsu)

    Salah satu pabrik Daihatsu di Sunter, Jakarta Utara. (Daihatsu)

    TEMPO.CO, JakartaHingga November 2020, Daihatsu berada di posisi nomor dua di grup PT Astra Internasional. Untuk bisa bertahan hingga akhir tahun, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso, menjelaskan strategi yang dilakukan.

    “Kami melakukan aktivitas virtual, jadi kami membuat showroom virtual. Ini kami lakukan sebulan dua kali rutin mulai pada Juni 2020,” ujar dia dalam video konferensi, Kamis, 17 Desember 2020. 

    Menurut Hendra, aktivitas virtual ini memiliki kontribusi yang cukup kuat dalam penjualan bulanan Daihatsu. Sehingga, aktivitas virtual tersebut bukan hanya digelar secara nasional, tapi di cabang juga melakukan hal serupa, berkomunikasi secara virtual.

    “Jadi salah satunya adalah dengan media digital karena susah bertemu di tengah pandemi Covid-19,” tutur Hendra.

    Selain itu, langkah lain yang dilakukan Daihatsu adalah bekerja sama dengan value chain yang dekat dengan Astra Daihatsu. Hendra menjelaskan, langkah ini juga mendukung penjualan yang masih positif, karena Daihatsu masih menawarkan paket kredit.

    “Begitu juga dengan trade-in atau tukar tambah. Nah ini kenapa kami masih positif dan masih mempertahankan posisi nomor dua dengan masrket share 17 persen. Mudah-mudahan bisa tercapai sampai dengan akhir tahun. Kami optimistis,” tutur Hendra.

    Hendrayadi mengatakan menjelang akhir 2020 pasar otomotif mulai memasuki masa pemulihan dengan kenaikan pasar secara bertahap. Sempat berada pada titik terendahnya di kuartal II lalu karena pandemi, penjualan mobil secara nasional mengalami pemulihan menuju tren positif pada Oktober 2020.

    “Kalau dilihat, November masih positif trennya dibandingkan Oktober. Dari Juni, Juni, Agustus, September, Oktober trennya apositif mengikuti market. Jadi saya katakan November masih cukup baik,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.