Elon Musk Tawarkan Tesla ke CEO Apple Tim Cook, Ini Hasilnya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kendaraan Tesla melewati pabrik kendaraan utama Tesla setelah CEO Elon Musk mengumumkan bahwa ia menentang Lockdown terkait wabah Virus Corona dengan membuka kembali pabrik di Fremont, California, AS, 11 Mei 2020. REUTERS/Stephen Lam

    Sebuah kendaraan Tesla melewati pabrik kendaraan utama Tesla setelah CEO Elon Musk mengumumkan bahwa ia menentang Lockdown terkait wabah Virus Corona dengan membuka kembali pabrik di Fremont, California, AS, 11 Mei 2020. REUTERS/Stephen Lam

    TEMPO.CO, Jakarta - Miliarder Silicon Valley dan CEO Tesla Elon Musk ternyata pernah berniat menjual perusahaan mobil listrik itu ke Apple.

    Pernyataan bos Tesla itu menyusul rencana Apple memproduksi mobil listrik pada 2024.

    Elon Musk mengatakan dia bahkan menghubungi CEO Apple Tim Cook untuk memintanya mengakuisisi Tesla. Musk menceritakan bagaimana dia menghubungi Tim Cook melalui Twitter.

    "Selama hari-hari tergelap program Model 3, saya menghubungi Tim Cook untuk membahas kemungkinan Apple memperoleh Tesla (untuk 1/10 dari nilai kami saat ini). Dia menolak menghadiri pertemuan,” cuit Musk pada Selasa, 22 Desember 2020 seperti dikutip dari Reuters.

    Musk juga menyinggung tentang baterai lithium besi fosfat yang dilaporkan dikembangkan Apple untuk mobil listrik yang akan diproduksi pada 2024.

    Menurut Musk, yang juga pendiri perusahaan transportasi luar angkasa SpaceX, aneh jika Tim Cook menolak tawarannya mengambil sebagian saham Tesla jika benar Apple sedang mengambangkan baterai lithium besi fosfat.

    Dia menerangkan bahwa Tesla sudah menggunakan besi fosfat untuk mobil jarak menengah yang dibuat di pabrik  Shanghai, Cina.

    Tesla masuk dalam sembilan pembuat mobil teratas dunia berdasarkan nilai pasar. Pada 2018, Musk secara terbuka mengatakan bisnis mobil adalah "neraka.” Bahkan, dia mengatakan harus tidur di pabrik untuk menyelesaikan masalah saat mulai memproduksi secara massal sedan listrik Tesla Model 3.

    Lewat Twitter, Elon Musk juga pernah mengatakan Tesla pernah bankrut selama satu bulan ketika mengembangkan Model 3.

    Tesla dan Apple memang selalu bersaing baik di luar maupun di dalam Silicon Valley. Pada 2015, misalnya, Elon Musk menyebut Apple sebagai kuburan Tesla.

    "Jika Anda tidak berhasil di Tesla, Anda bekerja untuk Apple." 

    Pada Juli 2018, Apple mempekerjakan kepala teknik Tesla Doug Field, yang juga eks karyawan Apple, untuk kembali ke kantor pusat Apple, Cupertino, AS.

    Saat itu, Tesla mengatakan kepada CNBC bahwa Apple "menarik" karyawan kunci dari jajaran Tesla. Kala itu uang Tesla 100 kali lebih sedikit dari Apple.

    “Kami ikut serta dalam pertempuran yang sangat sulit melawan perusahaan otomotif yang sudah mengakar. Yang membuat mobil 100 kali lebih banyak daripada yang kami lakukan tahun lalu, jadi tentu saja ini adalah kerja keras,” kata Tesla.

    Tim Cook mengakui bahwa mobil listrik yang akan dibuat bekerja pada sistem otonom tanpa pengemudi atau untuk tujuan lain. Apple dan Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.


    REUTERS | CNBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.