Mencoba Keiritan Mobil Listrik Hyundai Ioniq di Jalur Macet Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil listrik Hyundai Ioniq saat diuji coba di Jakarta, 17 Agustus 2020. Hyundai akan menggabungkan kemampuan EV-nya saat ini, pengisian daya ultra cepat, interior yang luas, dan daya yang dipasok baterai, dengan inovasi masa depan yang menggabungkan desain, teknologi, dan layanan yang mengintegrasikan kebutuhan di dalam dan di luar mobil. TEMPO/Wawan Priyanto

    Mobil listrik Hyundai Ioniq saat diuji coba di Jakarta, 17 Agustus 2020. Hyundai akan menggabungkan kemampuan EV-nya saat ini, pengisian daya ultra cepat, interior yang luas, dan daya yang dipasok baterai, dengan inovasi masa depan yang menggabungkan desain, teknologi, dan layanan yang mengintegrasikan kebutuhan di dalam dan di luar mobil. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaPT Hyundai Motors Indonesia (HMID) merilis dua mobil listrik baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) yakni Hyundai Ioniq dan Kona Electric menjelang akhir 2020.

    Pertanyaan yang kerap muncul soal mobil listrik adalah seberapa jauh daya jelajah dan efisiensinya.

    ANTARA menjajal mobil listrik Hyundai Ioniq Electric melewati "rute urban" pada Selasa, 22 Desember 2020, di Jabodetabek yakni kawasan Provinsi Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

    Mobil Hyundai Ioniq melewati jalur Serpong, Jakarta Selatan, lalu Cibubur/Cileungsi sejauh 66 kilometer. Perjalanan dilakukan selama dua jam mulai pukul 15.11 hingga 17.10 WIB WIB.

    Perjalanan melalui rute padat lalu lintas di waktu pulang kerja, yakni Jalan Tol JORR TB Simatupang, Tol Jagorawi, Jalan Alternatif Cibubur, hingga Jalan Cileungsi-Setu.

    Mobil listrik Hyundai Ioniq berkelir putih itu memulai perjalan dengan kapasitas baterai 100 persen (mode berkendara eco), kemudian hanya berkurang 4 persen saat tiba di Tol TB Simatupang.

    Kapasitas daya menurun hingga 92 persen saat melintasi jalan tol dengan kemacetan hingga simpang Tol Jagorawi.

    Adapun dari Jagorawi hingga keluar GT Cibubur, daya berkurang menjadi 89 persen.

    Saat melintasi Jalan Alternatif Cibubur hingga Cileungsi yang juga padat. Kapasitas baterai hanya terpakai 4 persen hingga tiba di titik akhir, daya baterai Hyundai Ioniq masih 85 persen.

    Tingkat konsumsi yang tercatat selama perjalanan itu sebesar 9,8 kWh/100km. Jika dikonversi menjadi rupiah berdasarkan tarif daya listrik Rp 1.444 per kWh, maka Rp 14.734 biaya yang dibutuhkan Hyundai Ioniq untuk perjalanan selama 2 jam sejauh 64 km.

    Di luar efisiensi, mobil listrik Hyundai Ioniq memiliki sejumlah fitur penunjang kenyamanan dan keamanan berkendara, antara lain ventilated seat (hangat/sejuk), Rear View Monitor with Dynamic Parking Guides, Parking Distance Warning, Blind spot Collision Warning, Rear Cross Traffic Collision Warning, 7 airbag system, dan Tire Pressure Monitoring System.

    Hyundai Ioniq Electric hadir dalam dua tipe, Prime seharga Rp 624,8 juta dan Signature Rp 664,8 juta on the road Jakarta. Opsi warna tersedia putih, hitam, merah, dan silver (fluidic metal).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.