Saham Apple Melonjak Gara-gara Rencana Produksi Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Saham perusahaan teknologi Apple melonjak hampir 3 persen setelah meluncurkan rencana produksi mobil listrik terungkap baru-baru ini.

    Menurut Reuters pada Senin, 21 Desember 2020, sumber orang dalam Apple menjelaskan rencana memproduksi mobil listrik akan dilakukan pada 2024.

    Setelah gagal pada 2014, perusahaan yang berkantor pusat di Cupertino, Amerika Serikat, itu akan membuat mobil listrik dengan teknologi baterai buatan sendiri.

    "Jika Apple mencapai terobosan baterai, ini bisa menjadi pendorong untuk bergerak maju. Mengingat biaya baterai adalah salah satu kendala utama adopsi massal kendaraan bertenaga listik,” ujar analis Evercore Amit Daryanani, seperti dikutip Autoblog pada Selasa, 22 Desember 2020.

    Saham Apple ditutup naik 2,9 persen pada 131,88 dolar AS, menambahkan lebih dari 62 miliar dolar pada penilaian pasarnya. Angka tersebut menyusul General Motors yang bernilai sekitar 58 miliar dolar AS dengan harga sahamnya saat ini. 

    Pada sesi tertinggi, nilai Apple meningkat lebih banyak dalam dua hari terakhir dari nilai gabungan semua pembuat mobil Detroit Three. Saham Tesla turun 1,5 persen setelah kehilangan 6,5 persen pada hari Senin.

    Saham Velodyne Lidar, pemasok sistem sensor lidar untuk kendaraan uji Apple, juga melonjak 14 persen pada hari Selasa. Sementara rekan Luminar Technologies naik 8 persen.

    Belum jelas siapa yang akan merakit mobil listrik merek Apple. Namun, sumber mengatakan mereka berharap perusahaan bergantung pada mitra manufaktur untuk membuat kendaraan. 

    "Dari perspektif Tesla, kami merasa bahwa pemain teknologi seperti Apple mewakili persaingan yang jauh lebih tangguh daripada OEM yang sudah mapan," kata analis Morgan Stanley. 

    AUTOBLOG | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.