Ayo Shachuhaku, Berkemah di Mobil Menikmati Alam nan Indah

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi shachuhaku, atau berkemah menggunakan mobil di alam terbuka. Shutterstock

    Ilustrasi shachuhaku, atau berkemah menggunakan mobil di alam terbuka. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -  Saat itu malam yang dingin dan berangin, tetapi operator perusahaan pembersih Jacky Cheung Siu-fung memacu mobil ke pantai yang kurang terkenal di Pulau Lantau, Hongkong untuk shachuhaku.

    Ternyata Pria 44 tahun itu tidak sendiri. Dia memarkir mobil Toyota Town Ace miliknya di samping mobil temannya, Bobo Chan, desainer grafis lepas.

    Chan juga melakukan shachuhaku bersama putrinya yang berusia 2 tahun, Shelbie.

    Cheung dan Chan membangun tempat berlindung di antara mobil mereka lalu memasang lampu dan dapur darurat, lengkap dengan meja makan mini dan hotpot kukus.

    “Kami tidak melakukan kemah mobil, karena beberapa orang mungkin menyebutnya demikian. Ini shachuhaku," kata Chan seperti dikutip South China Morning Post (scmp.com) pada Sabtu lalu, 26 Desember 2020. 

    Shachuhaku adalah istilah Jepang yang banyak digunakan untuk praktik bermalam di dalam mobil. Biasanya untuk kesenangan atau kenyamanan, tetapi ada juga yang didorong masalah keuangan atau pribadi.

    Kini, Shachuhaku menjadi aktivitas rekreasi pilihan bagi warga Hong Kong dengan nafsu berkelana tetapi tidak ke mana-mana karena pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19.

    Pelaku shachuhaku tidak tidur di tenda. Meskipun mereka mungkin memasak dan makan di area terbuka di samping mobil, mereka ingin melakukan apa saja di dalam mobil. Maka toilet portable pun disiapkan di dalam mobil.

    Mereka bukanlah penggemar mobil rekreasi yang jauh lebih besar, seperti karavan. Penggemar shachuhaku bangga dengan kabin mobil kecil mereka yang telah dimodifikasi menjadi ruang yang layak huni.

    "Pandemi menghentikan kami bepergian ke luar negeri, jadi kami bisa mencari jalan keluar lain, atau terus mengeluh di rumah," kata Chan (30).

    Dia membiarkan putrinya bersenang-senang sambil dididik oleh alam bebas, yang menjadi motivasi terkuat di balik hobi baru shachuhaku.

    "Aku benar-benar tidak ingin dia terjebak di rumah menonton TV, jadi aku terus mencari situs shachuhaku baru yang cocok untuknya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.