BKPM Percaya Diri Hyundai Produksi Mobil Listrik pada 2021

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil listrik Hyundai Ioniq saat diuji coba di Jakarta, 17 Agustus 2020. Hyundai akan menggabungkan kemampuan EV-nya saat ini, pengisian daya ultra cepat, interior yang luas, dan daya yang dipasok baterai, dengan inovasi masa depan yang menggabungkan desain, teknologi, dan layanan yang mengintegrasikan kebutuhan di dalam dan di luar mobil. TEMPO/Wawan Priyanto

    Mobil listrik Hyundai Ioniq saat diuji coba di Jakarta, 17 Agustus 2020. Hyundai akan menggabungkan kemampuan EV-nya saat ini, pengisian daya ultra cepat, interior yang luas, dan daya yang dipasok baterai, dengan inovasi masa depan yang menggabungkan desain, teknologi, dan layanan yang mengintegrasikan kebutuhan di dalam dan di luar mobil. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pabrik mobil Hyundai di Indonesia sudah rampung. Maka dia percaya diri perusahaan asal Korea Selatan itu akan mulai memproduksi mobil listrik pada 2021.

    Menurut Bahlil, Hyundai akan memproduksi dua jenis kendaraan yaitu, mobil BBM dan mobil listrik.

    "Di 2021 sudah (produksi) mobil listrik, November 2021 sudah go," tuturnya dalam konferensi video hari ini, Rabu, 30 Desember 2020.

    Bos BKPM itu menjelaskan Hyundai juga berencana membangun pabrik baterai untuk kendaraan atau mobil listrik. Mengapa? Sebanyak 50-60 persen komponen utama mobil listrik adalah baterai.

    Bahlil mengatakan pendirian pabrik Hyundai di Indonesia adalah realisasi kontrak investasi yang diteken pada November 2019 di Busan, Korea Selatan.

    Kala itu, Hyundai menyatakan berminat berinvestasi di Indonesia dengan membangun pabrik di Jawa Barat.

    “Investasi sekitar 1,5 miliar dolar AS. Mereka akan running (membangun pabrik) pada Januari 2020 di Cikarang, Jawa Barat,” ucap Bahlil saat mendampingi Presiden Jokowi di Busan pada Selasa, 26 November 2019.

    Investasi Hyundai di Indonesia diyakini bisa memberikan nilai tambah yang besar untuk perekonomian, meliputi penyerapan 3.500 tenaga kerja dan pengembangan pusat pelatihan, penelitian, serta pengembangan mobil listrik.

    Bahlil mengatakan akan meminta Hyundai agar memaksimalkan penggunaan bahan baku dari Indonesia dan bekerjasama dengan pengusaha lokal.

    "Seperti menggunakan bahan baterai dari Morowali, ban dan karet dari dalam negeri sehingga nantinya semua mobil listrik yang di produksi di Indonesia menggunakan bahan dari dalam negeri."

    Realisasi investasi Hyundai Motor Company di Indonesia direncanakan dalam dua tahap, yaitu pada 2019–2021 dan 2022–2030.

    Pada fase pertama, Hyundai akan berfokus pada investasi pabrik pembuatan mobil Hyundai untuk ekspor setidaknya 50 persen dari total produksi.

    Pada fase kedua, Hyundai berfokus mengembangkan pabrik mobil listrik, pabrik transmisi, penelitian dan pengembangan (R&D), pusat pelatihan, dan produksi Hyundai untuk ekspor.

    Hyundai pun menargetkan mulai berproduksi di Indonesia pada 2021 dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 mobil per tahun, termasuk selanjutnya memproduksi mobil listrik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.