Penjualan Ford Kuartal IV di AS Turun 9,8 Persen, GM dan Toyota Naik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ford Logo (AP Photo/David Zalubowski)

    Ford Logo (AP Photo/David Zalubowski)

    TEMPO.CO, JakartaFord Motor Corp mengumumkan penurunan 9,8 persen dalam penjualan mobil kuartalan di Amerika Serikat, Rabu, 6 Januari 2021. Penurunan ini dipicu oleh merosotnya permintaan truk yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan.

    Produsen mobil terbesar kedua di AS menjual 542.749 kendaraan pada kuartal keempat, turun dari 601.862 tahun sebelumnya.

    Ford membukukan penurunan 12,5 persen dalam penjualan truk, sementara penjualan mobil penumpang turun 41,1 persen karena terus menghentikan model sedan tradisional di Amerika Utara yang semakin tidak populer di kalangan konsumen.

    Penjualan SUV-nya naik 4 persen menjadi 216.732 unit.

    “Kuartal keempat mewakili titik perubahan di Ford dalam transisi kami dari mobil ke fokus yang jauh lebih besar pada truk ikonik, SUV, dan kendaraan listrik,” kata Andrew Frick, wakil presiden penjualan Ford di Amerika Serikat dan Kanada, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 7 Januari 2021.

    “Kami berada dalam posisi yang baik untuk melihat manfaat dari upaya fokus kami sepanjang tahun 2021,” tambah Frick.

    GM melaporkan kenaikan 4,8 persen dalam penjualan di AS untuk kuartal keempat pada hari Selasa, 5 Januari 2021, sementara Toyota Motor Corp dan Volkswagen AG mencatat peningkatan penjualan masing-masing 9,4 persen dan 10,8 persen.

    "Ini mungkin tampak bertentangan dengan tingkat pengangguran dan kondisi keuangan yang keras ... tetapi konsumen yang membeli mobil baru selama pandemi jelas berada di sisi lain dari kesenjangan ekonomi," kata konsultan industri Edmunds dalam sebuah laporan pada hari Selasa.

    Pakar industri mengharapkan rebound dalam permintaan tahun ini, didorong oleh peluncuran vaksin Covid-19, rekor suku bunga rendah dan tabungan konsumen yang sehat karena orang-orang menahan pengeluaran uang untuk pembelian besar dan liburan selama pandemi.

    Namun, meningkatnya kasus Covid-19 di Amerika Serikat telah meningkatkan ketidakpastian atas pemulihan yang cepat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.