Dihantam Covid-19, Penurunan Penjualan Mobil di Indonesia Terburuk Se-ASEAN

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran otomotif GIIAS, 25 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Pameran otomotif GIIAS, 25 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaSepanjang Januari sampai dengan Oktober 2020, penurunan penjualan mobil baru di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.

    Berdasarkan data ASEAN Automotive Federation (AAF), total penjualan mobil di Indonesia sampai dengan Oktober 2020 tercatat 421.089 unit, turun 50,5 persen secara tahunan. Penurunan ini pun menjadi yang tertinggi di kawasan ini sejak pandemi virus corona baru (Covid-19) melanda mulai awal tahun lalu. 

    Adapun, Filipina menjadi negara kedua yang mengalami penurunan tertinggi dengan persentase sebesar 42,7 persen secara tahunan, disusul Singapura sebanyak 41,4 persen sepanjang Januari sampai dengan Oktober 2020.

    Thailand, pesaing Indonesia di sektor otomotif, mampu mencatatkan total penjualan domestik 608.880 unit sepanjang Januari – Oktober 2020, atau hanya turun 27,4 persen secara tahunan.

    Thailand juga muncul sebagai negara di ASEAN yang paling banyak menjual mobil baru pada Oktober 2020, dengan catatan penjualan sebanyak 74.115 unit.

    Malaysia perlahan-lahan mulai mendekati capaian penjualan mobil di Indonesia. Sepanjang Januari – Oktober 2020, sebanyak 398.159 unit mobil baru terjual di Negeri Jiran. Jumlah itu terpaut 22.930 unit dari raihan yang dimiliki Indonesia.

    Malaysia juga mampu mendongkrak penjualan domestiknya secara bertahap lewat pembebasan pajak mobil baru. Pada Oktober 2020, Malaysia mampu menjual 56.670 unit mobil baru, sedangkan Indonesia sebanyak 49.043 unit.

    Data AAF menunjukkan bahwa hingga Oktober 2020, delapan negara di ASEAN mencatatkan total penjualan mobil sebanyak 1.885.443 unit. Jumlah itu turun 33,9 persen jika dikomparasikan dengan penjualan 2019.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.