Volvo Diselamatkan Mobil Listrik dari Dampak Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model mengisikan listrik ke mobil keluaran terbaru Volvo, Volvo D6 AWD Plug-in-Hybrid R-Design dalam AMI Auto Show di Leipzig, Jerman, (30/5). (Photo by Jens Schlueter/Getty Images)

    Model mengisikan listrik ke mobil keluaran terbaru Volvo, Volvo D6 AWD Plug-in-Hybrid R-Design dalam AMI Auto Show di Leipzig, Jerman, (30/5). (Photo by Jens Schlueter/Getty Images)

    TEMPO.CO, JakartaVolvo mendapatkan hasil menggembirakan dalam penjualannya selama 2020 menyusul kenaikan permintaan mobil listrik sehingga pulih di tengah pandemi Covid-19.

    Volvo menyatakan telah mengurangi dampak pandemi Covid-19 selama paruh pertama 2020 setelah memulai kembali operasi dan permintaan yang tumbuh cepat pada mobil listrik model Recharge.

    Pangsa pasar model Recharge, dengan powertrain sepenuhnya elektrik atau plug-in hybrid, meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2020 dibandingkan 2019.

    Di pasar Eropa, pangsa Recharge 29 persen dari total penjualan. Ini menjadikan Volvo merek terkemuka di kawasan tersebut.

    “Kami bertujuan membangun tren positif ini pada 2021 saat kami terus meluncurkan Volvo listrik baru dan memperluas bisnis online kami," kata Kepala Operasi Komersial Global Volvo Lex Kerssemakers seperti dikutip hari ini, Senin, 11 Januari 2021.

    Penjualan mobil Volvo turun 21 persen di paruh pertama 2020 tapi melonjak pada paruh kedua 2020. Pertumbuhan dari bulan ke bulan yang solid mulai Juni 2020.

    Penjualan pun naik 7,4 persen menjadi 391.751 mobil Volvo di paruh kedua dibandingkan periode yang sama 2019.

    Secara global, Volvo Cars menjual 661.713 mobil pada 2020, hanya turun 6,2 persen dibandingkan 2019.

    Perusahaan ini mengklaim mengungguli para pesaingnya dan memperoleh pangsa pasar di semua wilayah penjualan utamanya selama 11 bulan pertama tahun ini.

    Penjualan naik 7,5 persen di Cina pada 2020 sehingga menjadi 166.617 unit, dibandingkan dengan 2019.

    Di AS, produsen mobil Swedia ini menjual 110.129 mobil, meningkat 1,8 persen dibandingkan 2019.

    Adapun di Eropa, Volvo Cars melihat permintaan yang kuat untuk mobil listrik di banyak pasar utama. Pasar keseluruhan yang lesu, tertahan oleh pembatasan terkait pandemi, membuat penjualan secara keseluruhan turun 15,5 persen sepanjang 2020.

    Pandemi Covid-19 mempercepat langkah perusahaan menuju penjualan online, yang akan terus menjadi area fokus pada 2021.

    Pada 2020, Volvo Cars menggandakan jumlah langganan yang terjual secara online dibandingkan 2019.

    Volvo Cars berkomitmen untuk menjadi perusahaan mobil listrik premium dan di tahun-tahun mendatang. Perusahaan juga akan meluncurkan beberapa mobil listrik penuh.

    Pada 2025, Volvo menargetkan penjualan globalnya terdiri dari 50 persen mobil listrik penuh dan sisanya hybrid.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.