Tesla Kritik NHTSA yang Persoalkan Tampilan Speedometer Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Interior Tesla Model X 2017. (Tesla)

    Interior Tesla Model X 2017. (Tesla)

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil listrik AS, Tesla, mengajukan petisi kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) atas keputusan tentang metrik tampilan kecepatan pada speedometer mobil Tesla.

    Regulator keselamatan mobil AS itu menyatakan 612.000 mobil listrik Tesla produksi sejak 2012 tidak sepenuhnya memenuhi standar keselamatan federal. Alasannya, tampilan kecepatan pada speedometer dapat diubah dari mil per jam menjadi hanya metrik.

    Keputusan NHTSA tersebut dirilis pada Jumat lalu, 15 Januari 2021.

    Tesla meminta NHTSA menyatakan masalah tampilan kecelapatan tadi adalah ketidakpatuhan yang tidak penting bagi keselamatan. Tesla telah memperbaiki masalah dalam produksi pada September 2020 sehingga 75 persen mobil Tesla di AS diperbarui firmware-nya.

    Baca jugaSusah Tidur, Jam 3 Pagi Sultan Medan Beli Tesla Rp 1,5 M 

    Tesla, yang dipimpin CEO Elon Musk, menjelaskan bahwa jika mobil disetel menampilkan petunjuk kilometer, semua fungsi yang terkait dengan batas kecepatan, seperti Traffic Aware Cruise Control dan Speed Assist, bakal mengubah data dari mil/jam menjadi km/jam.

    Menurut Tesla, pengemudi mobil listrik Tesla dapat mengubah tampilan speedometer kembali ke mil/jam.

    "Mudah ditemukan di menu tampilan dan tidak terkubur dalam sub-menu," tutur perusahaan.

    Tesla pun menyatakan belum menerima laporan kecelakaan akibat setelah skala kecepatan pada speedometer.

    NHTSA juga memberikan dua petisi untuk perlakuan tidak penting yang melibatkan tampilan speedometer bagi Volkswagen AG pada Juli 2020 dan BMW pada 2015.

    AUTOBLOG


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.