3 Tantangan Bisnis Jual Beli Mobil Bekas di Masa Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas penjualan mobil di Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas penjualan mobil di Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 menurunkan daya beli masyarakat karena kondisi ekonomi yang tidak menentu. Pembeliannya pun tertahan, begitu pula untuk pasar mobil bekas.

    Hasil survei terhadap 1.005 responden oleh perusahaan jual-beli mobil bekas online Carsome menunjukkan sejumlah tantangan dalam bisnis mobil bekas.

    Berikut ini tiga tantangan dalam bisnis mobil bekas dalam masa Covid-19:

    1. Harga 
    General Manager Carsome Indonesia Delly Nugraha menerangkan, sebelum pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI diberlakukan, tantangan pertama yang muncul adalah ketidakpuasan dengan harga (38 persen) mobil seken, dengan kata lain harga dianggap kemahalan.

    Kondisi tersebut terjadi karena daya beli masyarakat menutun.

    2. Menjual mobil yang masih kredit
    Kesulitan keuangan membuat menjual mobil yang masih dalam periode kredit (29 persen). Sedangkan setelah PSBB, meningkat 51 persen yang menjual mobil yang masih dalam masa kredit. 

    3. Terlalu lama menunggu transfer kepemilikan mobil
    Delly menerangkan bahwa sebanyak 26 responden menyatakan terlalu lama menunggu pengalihan kepemilikan mobil.

    Ketidakpuasan meningkat menjadi 31 persen setelah PSBB Covid-19.

    Baca jugaPasar Mobil Bekas Membaik, Xpander dan Avanza Jadi Incaran

    Menjawab tantangan tersebut, Carsome berupaya memberikan solusi menyeluruh.

    “Carsome mengelola seluruh proses penjualan, mulai dari inspeksi menyeluruh di 175 titik. Pembayarannya cepat, tanpa pengurusan dokumen yang berbelit,” kata Delly kepada pers pada Rabu, 20 Januari 2021.

    Carsome juga menawarkan pengalaman menjual mobil bekas yang mudah. Carsome memanfaatkan teknologi dan analitik data yang konsisten diperbaharui untuk mendapatkan pemahaman konsumen yang lebih baik.

    “Sesuai temuan survei bahwa platform jual-beli mobil bekas online semakin populer setelah periode PSBB,” tutur Delly.

    Menurut dia, persentase masyarakat Indonesia yang tertarik menjual mobil bekas secara online juga meningkat 34 persen setelah PSBB, dari 53 persen sebelum PSBB menjadi 71 persen.

    Survei ini dilakukan pada Oktober 2020 yang mengindikasikan semakin pesatnya digitalisasi pasar mobil bekas karena platform online yang menawarkan kemudahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.