Saingi Tesla, Mercedes-Benz Meluncurkan SUV Kompak Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Mercedes-Benz. REUTERS/Michaela Rehle

    Logo Mercedes-Benz. REUTERS/Michaela Rehle

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup Daimler, Mercedes-Benz, meluncurkan SUV kompak listrik, EQA, sebagai bagian dari rencana untuk menyaingi mobil listrik Tesla Inc, Rabu, 20 Januari 2021. EQA merupakan mobil listrik pertama yang dirilis perusahaan asal Jerman itu tahun ini. Mercedes juga akan menawarkan lebih banyak kendaraan bebas emisi kepada konsumen untuk memenuhi target di Eropa dan Cina. 

    Untuk tahap awal, EQA akan memiliki jangkauan 426 kilometer (265 mil), dengan model 500km datang kemudian, seperti dikutip dari laporan Reuters, 20 Januari 2021. SUV tersebut akan dijual di Eropa mulai 4 Februari 2021.

    Baca juga: Mercedes-Benz Hadirkan Mobil Listrik Pesaing Tesla

    Penjualan kendaraan listrik (EV) melonjak di Eropa tahun lalu karena produsen mobil berusaha keras untuk memenuhi target emisi CO2 Uni Eropa. 

    Penjualan mendapat dorongan dari subsidi termasuk dalam langkah-langkah stimulus ekonomi yang diluncurkan di Prancis dan Jerman, khususnya.

    Baca: Mercedes-Benz Ikut Memproduksi Mobil Listrik di Cina

    Penjualan model hybrid listrik dan plug-in hybrid sepenuhnya naik 122 persen di seluruh Uni Eropa selama tiga kuartal pertama tahun lalu.

    Mercedes-Benz merupakan salah satu produsen yang saat ini gencar mengembangkan mobil ramah lingkungan. Dari sisi penjualan, produsen mobil listrik Tesla telah mendominasi penjualan global. Tesla Model 3 adalah mobil listrik terlaris di dunia, diikuti di tempat kedua Renault Zoe. Selain target emisi, produsen mobil juga menghadapi larangan untuk menjual kendaraan berbahan bakar fosil yang mulai berlaku pada awal 2030 di beberapa negara.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.