Dihantam Covid-19, Ekspor Mobil 2020 Anjlok 30 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petrugas keamanan melintas di depan mobil-mobil siap ekspor di Site PT Indonesia Kendaraan Terminal, Sindang Laut, Kali Baru, Cilincing, Jakarta, 15 Maret 2018. PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) dengan volume 520.863 unit/tahun menduduki urutan ke 3 se Asia Tenggara. Tempo/Tony Hartawan

    Petrugas keamanan melintas di depan mobil-mobil siap ekspor di Site PT Indonesia Kendaraan Terminal, Sindang Laut, Kali Baru, Cilincing, Jakarta, 15 Maret 2018. PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) dengan volume 520.863 unit/tahun menduduki urutan ke 3 se Asia Tenggara. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaPandemi Covid-19 membuat kinerja pabrikan di Indonesia dalam ekspor mobil mengalami penurunan signifikan.

    Penurunan kinerja pengapalan otomotif Indonesia terjadi pada ekspor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU), terurai lengkap (completely knock down/CKD), maupun komponen. 

    Seperti dikutip dari data Gaikindo, Sabtu, 23 Januari 2021, pengapalan mobil secara utuh dari pelabuhan di Indonesia ke sejumlah pasar luar negeri anjlok 30,1 persen menjadi 232.175 unit.

    Baca juga: Agustus 2020, Ekspor Mobil Indonesia Kembali Bergairah

    Pada 2019, ekspor mobil CBU mencapai 332.004 unit. Dampak pandemi 2020 telah membuat ekspor berkurang 99.829 unit. Semua merek pabrikan menderita penurunan ekspor, kecuali DFSK.

    Merek pabrikan lain yang menjadi pengekspor mobil secara utuh dari Indonesia mencakup Daihatsu, Toyota, Mitsubishi Motors, Suzuki, Honda, Hino, Hyundai-HIM, dan Wuling.

    Berikut kinerja ekspor mobil dalam bentuk utuh dari Indonesia
    1. Daihatsu, 91.472 unit (- 25,8 persen)
    2. Toyota, 53.728 unit (- 2,8 persen)
    3. Mitsubishi Motors 40.589 unit (- 6,2 persen)
    4. Suzuki, 37.400 unit (- 5,6 persen)
    5. Honda, 5.970 unit (- 12,8 persen)
    6. Hino, 865 unit (-62,6 persen)
    7. DFSK, 790 unit (364,7 persen)
    8. Hyundai-HIM, 750 unit (-76,9 persen)
    9. Wuling, 611 unit (-77,2 persen)

    Ekspor mobil secara terurai lengkap (CKD) pada 2020 juga tercatat mengalami penurunan signifikan. Pengapalan mobil CKD dilakukan oleh empat merek yakni Toyota, Suzuki, Mitsubishi Motors dan DFSK.

    Baca: Krisis Corona, Ekspor Mobil 2020 Diperkirakan Turun 50 Persen

    Sepanjang 2020, ekspor mobil CKD tercatat sebanyak 53.032 unit atau berkurang 80.046 unit (-60,1 persen) dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu 133.078 unit.

    Semua merek menderita penurunan, kecuali Mitsubishi Motors yang memang baru tahun lalu melakukan ekspor CKD.

    1. Toyota, 40.890 unit (-61,4 persen)
    2. Suzuki, 7.788 unit (-71,0 persen)
    3. Mitsbishi Motors 4.050 unit (0.0 persen)
    4 DFSK 304 unit (-1,6 persen)

    Sementara itu, ekspor komponen juga mengalami penurunan meski tidak seekstrim penurunan ekspor CBU dan CKD. Sepanjang 2020, ekspor komponen turun 22,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya 79.300.676 set menjadi 61.177.323 set.

    Ekspor komponen mobil dilakukan oleh empat merek pabrikan yakni Toyota, Honda, Hino dan Suzuki. Sama seperti pada ekspor mobil, semua merek pabrikan menderita penurunan ekspor komponen.

    1. Toyota, 57.045.439 set (-23,9 persen) 
    2. Honda, 3.301.687 sen (-31,9 persen)
    3. Hino, 733.673 set (-32,9 persen) 
    4. Suzuki 96.524 set (-86,6 persen)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.