General Motors-Navistar Kembangkan Truk Hidrogen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah truk bahan bakar hidrogen yang dibuat oleh Hyundai untuk transportasi barang tanpa emisi di Verkehrshaus Luzern (Museum Transportasi Swiss) di Luzern, Swiss, 7 Oktober 2020. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo

    Sebuah truk bahan bakar hidrogen yang dibuat oleh Hyundai untuk transportasi barang tanpa emisi di Verkehrshaus Luzern (Museum Transportasi Swiss) di Luzern, Swiss, 7 Oktober 2020. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo

    TEMPO.CO, DetroitProdusen truk Navistar International Corp mengatakan akan bekerja sama dengan General Motors dan lainnya untuk mengembangkan truk komersial bertenaga hidrogen serta mendukung jaringan pengisian bahan bakarnya, Reuters, Rabu, 27 Januari 2021.

    Navistar adalah salah satu dari beberapa perusahaan global, termasuk Tesla Inc, Nikola Corp, Daimler AG dan Hyundai Motor Co yang mengembangkan truk jarak jauh tanpa karbon.

    Langkah regulator untuk menghentikan mesin pembakaran internal telah mendorong kompetisi untuk mengembangkan kendaraan komersial yang ditenagai oleh baterai atau sel bahan bakar hidrogen.

    Navistar mengatakan pihaknya berencana untuk menawarkan truk sel bahan bakar International RH Series - didukung oleh sel bahan bakar GM - dalam model tahun 2024. Target jarak tempuh lebih dari 500 mil (setara 804,6 kilometer), dengan waktu pengisian bahan bakar hidrogen kurang dari 15 menit. 

    Perusahaan bahan bakar hidrogen OneH2, di mana Navistar akan mengambil saham minoritas yang dirahasiakan, akan memasok solusi pengisian bahan bakar dan memasukkan lebih dari 2.000 truk ke dalam armada pelanggan yang ada. Selain itu, J.B. Hunt Transport Services akan menjadi pelanggan pertama yang menggunakan truk tersebut.

    "Sel bahan bakar hidrogen menawarkan janji besar untuk truk tugas berat dalam aplikasi yang membutuhkan kepadatan energi yang lebih tinggi, pengisian bahan bakar yang cepat, dan jangkauan tambahan," kata Kepala Eksekutif Navistar Persio Lisboa. 

    Pendukung hidrogen mengatakan ini lebih bersih daripada teknologi pemangkas karbon lainnya.

    Kendaraan sel bahan bakar tetap menjadi teknologi khusus, karena tidak banyak stasiun pengisian bahan bakar dan calon pelanggan juga khawatir tentang nilai jual kembali dan risiko tabung hidrogen meledak.

    Baca juga: Daimler Perkenalkan Truk Mercedes-Benz Berbahan Bakar Hidrogen

    Untuk transportasi jarak jauh, para pendukung mengatakan truk bertenaga hidrogen memiliki keunggulan dibandingkan mobil listrik karena mereka memiliki jangkauan yang lebih jauh dan membutuhkan lebih sedikit waktu untuk mengisi daya. Tapi mobil hidrogen memerlukan biaya operasional yang lebih mahal jadi penyerapan dan produksi massal lambat.

    November lalu, Navistar yang berbasis di Illinois dan pembuat mesin Cummins mengatakan mereka akan bekerja sama pada truk Kelas 8 sel bahan bakar. Navistar juga mengembangkan truk listrik baterai.

    Juga pada bulan itu, unit truk Volkswagen AG, Traton SE setuju untuk membayar US$ 3,7 miliar saham beredar Navistar yang belum dimilikinya. Kesepakatan itu diharapkan akan ditutup pada pertengahan 2021.

    Kesepakatan Rabu datang kurang dari dua bulan setelah GM mengumumkan perjanjian tidak mengikat untuk memasok sel bahan bakar ke startup Nikola. GM mengatakan kesepakatan itu tidak terpengaruh oleh kesepakatan Navistar.

    Berdasarkan perjanjiannya dengan Nikola, yang harus diselesaikan pada akhir tahun, GM akan memasok sistem sel bahan bakar untuk semi-truk komersial Kelas 7 dan 8 Nikola.

    Nikola mengharapkan untuk mulai menguji prototipe truk sel bahan bakar pada akhir tahun, dan akan memulai pembangunan stasiun hidrogen komersial pertamanya pada kuartal kedua.

    Nikola juga mengatakan akan meluncurkan truk semi listrik Tre dengan CNH Industrial pada kuartal keempat.

    Baca: Truk Hidrogen Hyundai Bisa Melaju Sejauh 400 Kilometer

    Produsen asal Korea Selatan, Hyundai Motor, pada bulan Desember mengatakan sedang meluncurkan merek yang didedikasikan untuk sistem sel bahan bakar hidrogennya, dan tahun lalu mengirimkan truk sel bahan bakar H2 Xcient pertamanya kepada pelanggan.

    Toyota Jepang mengatakan versi demonstrasi dari truk sel bahan bakar, yang dikembangkan dengan anak perusahaan Hino Motor Co, akan siap pada paruh pertama tahun 2021.

    Daimler Jerman Juni lalu mendirikan unit bisnis sel bahan bakar terpisah, dan sebelumnya mengumumkan kerja sama dengan Volvo Trucks untuk mengembangkan sistem sel bahan bakar untuk kendaraan heavy duty.

    Produsen mobil listrik Amerika Serikat, Tesla, menyiapkan truk listrik untuk bersaing dengan kompetitor yang menggunakan bahan bakar hidrogen. Truk Tesla Semi bertenaga listrik murni dijadwalkan mulai dijual tahun ini. Tesla dan General Motors juga bersaing sengit di segmen kendaraan listrik. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.