Toyota dan Fiat Chrysler Berbalik Dukung Aturan Emisi California

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joe Biden dan mobil koleksinya, Chevrolet Corvette Stingray 1967. Biden mendapatkannya dari sang ayah sebagai hadiah pernikahan pada Agustus 1967. FOTO: Topgear.com.ph

    Joe Biden dan mobil koleksinya, Chevrolet Corvette Stingray 1967. Biden mendapatkannya dari sang ayah sebagai hadiah pernikahan pada Agustus 1967. FOTO: Topgear.com.ph

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Motor Corp, Fiat Chrysler, dan pembuat mobil besar lainnya akhirnya mendukung aturan California soal kendaraan tanpa emisi.

    Produsen-produsen mobil tersebut bergabung dengan perusahaan AS, General Motors (GM), meninggalkan dukungan kepada Presiden AS Donald Trump yang melarang California menetapkan aturan kendaraan listrik.

    Turut bergabung National Automobile Dealers Association, Hyundai Motor, Kia Motors, Mitsubishi Motors, Mazda Motor, dan Subaru Corp.

    Dalam pernyataan pada Selasa, 2 Februari 2021, mereka mengatakan menarik diri dari tantangan hukum terhadap kebijakan pengaturan emisi di Negara Bagian California.

    "Sebagai isyarat niat baik dan untuk menemukan jalan yang konstruktif ke depan bersama Presiden Joe Biden," bunyi pernyataan bersama tersebut.

    Baca jugaCalifornia Akan Melarang Penjualan Mobil Bensin Mulai 2035 

    Mereka kini mengklaim selaras dengan tujuan pemerintahan Presiden AS yang baru, Joe Biden, untuk mencapai peningkatan standar penghematan bahan bakar dari tahun ke tahun.

    Pada 23 September 2020, California mengumumkan program larangan penjualan mobil baru berbahan bakar fosil (bensin) untuk kendaraan penumpang dan truk mulai 2035.

    Seperti dilaporkan Reuters, Gubernur California Gavin Newson mengatakan rencana ini mengacu pada pasar kendaraan bermotor di AS yang mulai beralih ke kendaraan listrik untuk mengurangi pencemaran emisi gas buang. 

    Keputusan California bertentangan dengan kebijakan  Presiden AS Trump pada Maret 2020 yang memutuskan peningkatan efisiensi bahan bakar rata-rata perusahaan sebesar 1,5 persen hingga 2026.

    Adapun pemerintahan Presiden AS sebelum Trump, Barack Obama, memutuskan 5 persen.

    Grup otomotif, yang antara lain diwakili GM, Toyota, Volkswagen, Honda Motor Co, berpendapat emisi nasional harus di tengah-tengah antara standar Trump dan Obama.

    Ford Motor Co, Honda, VW, dan BMW pada Juli 2019 bersepakat dengan California tentang prosentase pengurangan emisi kendaraan di bawah Obama tapi di atas Trump.

    Nissan Motor Co. pada Desember 2020 menarik dukungan terhadap kebijakan Trump, yang digantikan Biden pada Januari 2021.

    Nissan mengikuti GM yang "balik kucing" pada November sehingga menuai pujian dari Biden yang memenangi Pilpres AS.

    Senin lalu, 1 Februari 2021, Departemen Kehakiman AS meminta Pengadilan Banding Distrik Columbia menangguhkan litigasi emisi California guna memberi peluang eksekutif mempertimbangkan keputusan kebijakan pemerintahan sebelumnya.

    Presiden Biden mengarahkan berbagai lembaga untuk segera mempertimbangkan kembali dukungan atas kebijakan emisi Trump pada 2019.

    Alliance for Automotive Innovation, kelompok perdagangan industri otomotif lainnya, mengusulkan pembahasan bersama Biden tentang standar ekonomi bahan bakar. Aliansi ingin standar emisi di atas 1,5 persen tapi di bawah 5 persen.



    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.