Tips Lolos Uji Emisi Gas Buang ala Suzuki

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan uji emisi kendaraan di Jalan Pemuda, Jakarta, Rabu, 6 Januari 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan sanksi bagi kendaraan bermotor di jalan raya yang tidak melakukan dan lolos uji emisi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas melakukan uji emisi kendaraan di Jalan Pemuda, Jakarta, Rabu, 6 Januari 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan sanksi bagi kendaraan bermotor di jalan raya yang tidak melakukan dan lolos uji emisi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan kebijakan uji emisi mobil atau motor mulai Januari 2021. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan kiat atau tips lolos uji emisi.

    Asst. to Service Dept. Head, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hariadi mengatakan sangat penting memperhatikan kondisi mobil atau motor agar emisi (gas buang) terjaga dengan baik.

    Emisi gas buang ini nantinya menjadi tolok ukur kelayakan kendaraan untuk digunakan,” ujar dia dalam keterangan tertulis.

    Hariadi berharap para pemilik selalu merawat kendaraan secara berkala agar emisi terkontrol dan lebih bersih agar meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

    Baca jugaPenggemar Yamaha RX King Soal Uji Emisi: Ini Hobi, Ada Sanksi Itu Risikoi

    Berikut tips lolos uji emisi mobil atau motor dari Suzuki:

    Perawatan berkala secara teratur 
    Lakukan perawatan berkala di bengkel resmi Suzuki, mulai dari ganti oli teratur, tune-up hingga cek semua kerja komponen mesin. Tujuannya, mengembalikan kinerja mesin agar lebih optimal dan efisien, sehingga emisi gas buang terjaga. 

    Minimalkan modifikasi kendaraan 
    Kendaraan dengan standar pabrik akan melakukan pembakaran secara normal. Adanya campuran bahan bakar atau modifikasi mesin kendaraan berpotensi membuat pembakaran cenderung tidak biasa. Dan menghasilkan emisi gas buang yang lebih kotor. 

    Tidak memakai bahan bakar dengan oktan rendah 
    Penggunaan bahan bakar mempengaruhi pembakaran mobil atau motor. Gunakan bahan bakar minimal RON 90 atau lebih agar hasil pembakaran sempurna. Dan menghasilkan emisi yang lebih bersih. 

    Lakukan carbon clean 
    Hal ini disarankan untuk mobil dengan usia 5 tahun ke atas. Tujuannya membersihkan timbunan karbon yang dihasilkan setelah proses pembakaran.

    Biasanya, timbunan karbon ini ada pada kepala silinder dan membuat kompresi mesin meningkat sehingga dapat mengganggu kinerja mesin. 

    Cek knalpot, karburator, dan pengapian 
    Knalpot dapat mengalami kebocoran seiring dengan pemakaian. Jika sudah bocor, tekanan pada sirkulasi gas buang yang berkurang menyebabkan penurunan kinerja kendaraan. Serta membuat emisi gas buang yang meningkat.

    Untuk mobil yang masih menggunakan karburator, cek kondisi karburator dan komponen pengapian agar efisiensi bahan bakar optimal. 

    Lakukan uji emisi di bengkel resmi Suzuki
    Untuk memastikan emisi gas buang mobil prima, Suzuki menyiapkan bengkel resmi yang melayani uji emisi.

    Bengkel-bengkel uji tersebut menggunakan alat uji bersertifikasi dan memberikan sertifikat lulus uji. Bengkel Suzuki juga memasukkan hasilnya ke sistem Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto