Tesla Diminta untuk Menarik 12.300 Model X karena Body Molding

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla Model X Electrik saat dilakukan uji coba berkendara di California, 29 September 2015. Model X dibekali dual electric motor dalam rentang power beragam 60kWh, 85kWh, dan 85kWh Performance Package yang dapat melaju dengan kecepatan maksimal 250KM/Jam. AP Photo

    Tesla Model X Electrik saat dilakukan uji coba berkendara di California, 29 September 2015. Model X dibekali dual electric motor dalam rentang power beragam 60kWh, 85kWh, dan 85kWh Performance Package yang dapat melaju dengan kecepatan maksimal 250KM/Jam. AP Photo

    TEMPO.CO, Frankfurt - Tesla harus menarik kembali (recalll) sekitar 12.300 mobil Model X di seluruh dunia karena masalah body molding, kata otoritas kendaraan bermotor Jerman (KBA) di situsnya seperti diberitakan Reuters, 12 Februari 2021. 

    KBA mengatakan penarikan tersebut mempengaruhi mobil yang diproduksi pada 2015 dan 2016. KBA menyebut body molding Tesla Model X berisiko mudah terlepas dan jatuh dari kendaraan.

    Baca juga: Tesla Recall 158 Ribu Mobil karena Masalah Layar Monitor

    Pada 14 Januari lalu,
    Badan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) meminta Tesla Inc untuk menarik 158.000 kendaraan Model S dan Model X karena kegagalan unit kontrol media (MCU), Rabu, 13 Januari 2021. Masalah ini dapat menimbulkan risiko keselamatan dengan menyebabkan tampilan layar sentuh tidak berfungsi. 

    Badan keselamatan tersebut membuat permintaan yang tidak biasa dalam surat resmi kepada Tesla setelah meningkatkan pemeriksaan keamanan pada November lalu. NHTSA mengatakan pihaknya telah menyimpulkan sementara kendaraan Model S tahun produksi 2012-2018 dan
    Model X (2016-2018) “mengandung cacat terkait dengan keselamatan kendaraan bermotor. ”


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...