Baterai Motor Listrik, Mengapa Pertamina Bisnis Itu

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pusat Studi Kendaraan Listrik Universitas Budi Luhur Sujono bersama motor listrik balap BL SEVO1 yang dikembangkan bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Katros Garage. FOTO: YouTube Kampus Budi Luhur/Khory

    Ketua Pusat Studi Kendaraan Listrik Universitas Budi Luhur Sujono bersama motor listrik balap BL SEVO1 yang dikembangkan bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Katros Garage. FOTO: YouTube Kampus Budi Luhur/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - BUMN PT Pertamina (Persero) membidik bisnis baterai motor listrik di dalam ekosistem baterai kendaraan listrik yang sedang digenjot Pemerintah RI.

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menerangkan dari sejumlah potensi bisnis baterai kendaraan listrik Pertamina melirik dua segmen. Segmen pertama adalah bisnis baterai kendaraan listrik, sedangkan segmen kedua adalah Energy Storage System (ESS) atau penyimpanan energi.

    Menurut Nicke Widyawati, pada segmen baterai kendaraan listrik Pertamian akan fokus pada baterai motor listrik atau baterai sepeda motor listrik.

    Baca jugaMotor Listrik Gesits Model Baterai Swap Dijual 2019, Ini Harganya 

    "Potensinya (perkembangannya) lebih cepat dibandingkan roda empat," kata Nicke pada Sabtu, 13 Februari 2021.

    Dia menerangkan peluang pengembangan Energy Storage System (ESS) cukup besar di Indonesia untuk menjaga suplai dari PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

    "ESS ini pasar yang besar. Sehingga di masa depan, Pertamina pun akan masuk ke sana."

    Pertamina bergabung di Indonesia Battery Holding (IBH) untuk mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik atau EV. Dalam IBH, Pertamina bergabung bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT Aneka Tambang (Antam).

    Ada tujuh tahap yang dilakukan holding. Tahap di sektor hulu yaitu mining dan refining diurus PT Inalum dan Antam.

    Pertamina akan bergerak pada empat lini tengah atau hilir, yaitu precursor, cathode, battery cell, dan battery pack. Sedangkan satu tahap terakhir di sektor hilir, yaitu recycling, akan diurus Pertamina bersama PT PLN (Persero).

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pengujung 2018, jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai 137,7 juta unit. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia sekitar 270 juta jiwa.

    Dari angka di atas, populasi sepeda motor setengah dari jumlah penduduk. Maka masuk akal jika Pertamina mengincar bisnis baterai motor listrik di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.