Putus dengan Hyundai, Apple Lirik Nissan untuk Bikin Mobil?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Apple. REUTERS/Lee Jae-Won

    Logo Apple. REUTERS/Lee Jae-Won

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Hyundai dan Kia tidak lagi bersaing dalam proyek mobil listrik Apple, Apple Car, laporan Wall Street Journal mengatakan bahwa pabrikan otomotif Nissan akan menjadi kandidat kuat selanjutnya untuk bekerja sama.

    CEO Nissan Makoto Uchida dilaporkan mengatakan selama temu media, bahwa pembuat mobil perlu "bekerja dengan perusahaan yang berpengetahuan luas, dengan pengalaman yang baik, melalui kemitraan dan kolaborasi", sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang perasaan perusahaan tentang kemungkinan bekerja dengan Apple pada kendaraan.

    Nissan tidak segera membalas permintaan komentar atas pernyataan Uchida tersebut.

    Pusaran desas-desus ini mengikuti berita awal tahun ini bahwa Apple Car merupakan proyek yang "sangat hidup dan sehat" di dalam aula kantor pusat perusahaan di Cupertino, California.

    Baca juga: Hyundai Membantah Pengembangan Mobil Otonom Bersama Apple

    Sebelumnya, perusahaan membubarkan tim Project Titan karena perusahaan fokus pada perangkat lunak, tetapi dalam beberapa bulan terakhir, ide mobil fisik kembali menjadi sorotan. Kali ini, tampaknya Apple sedang fokus mencari mitra mapan untuk membantu membangun kendaraan listrik yang sudah lama dirumorkan itu.

    Hyundai pertama kali mengkonfirmasi diskusi dengan Apple pada Januari sebelum menarik kembali pernyataannya beberapa minggu kemudian. Minggu lalu, baik Hyundai dan Kia mengatakan mereka tidak lagi berpartisipasi dalam diskusi.

    Analis Apple Ming-Chi Kuo, mengatakan dalam sebuah catatan kepada investor awal bulan ini dia berpikir perusahaan tersebut dapat meminta lebih dari satu mitra secara total. Dia menyebut General Motors dan Stellantis sebagai kemungkinan mitra, terutama jika Apple ingin menggigit pasar mobil global.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.