Daihatsu Umumkan Penjualan Mobil Ritel Naik 3,5 Persen pada Januari 2021

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat Pemadam Api Ringan pada mobil Daihatsu di bahwa jok penumpang depan. (ADM)

    Alat Pemadam Api Ringan pada mobil Daihatsu di bahwa jok penumpang depan. (ADM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menutup Januari 2021, Daihatsu merilis capaian bisnis penjualan mobil selama sebulan yang diklaim cukup baik di tengah kondisi pandemi Covid-19.

    Daihatsu berharap capaian bisnis mobil ini menjadi sinyal positif pemulihan pasar otomotif pada 2021.

    Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso, menerangkan bahwa penjualan mobil ritel Daihatsu naik 3,5 persen dibandingkan Desember 2020 dengan 9.528 unit.

    “Kami bersyukur bisa mengawali 2021 dengan pencapaian yang lebih baik dari bulan sebelumnya,” ujar dia dalam acara virtual Daihatsu hari ini, Jumat, 19 Februari 2021.

    Baca juga2021, Daihatsu Janji Luncurkan Sejumlah Model Baru

    Peningkatan penjualan mobil secara ritel berdampak pada kenaikan market share Daihatsu pada Januari 2021. Kontribusi market share sebesar 17,6 persen atau naik 4,2 persen dibanding Desember 2020 lalu sebesar 13,4 persen.

    Secara nasional, penjualan ritel otomotif Indonesia pada Januari 2021 mencapai 53 ribu unit (turun 21,4 persen) dibanding Desember 2020 yang sekitar 68 ribu unit. 

    “Kami yakin, pasar otomotif tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya."

    Tak cuma Daihatsu, pasar otomotif pada 2020 mengalami penurunan 45 persen dibandingkan 2019 akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar otomotif diperkirakan naik 30 persen dengan volume total 750 ribu unit pada 2021 dibanding 2020 dengan sekitar 570 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto