Begini Strategi Michelin Bikin Ban Mobil Daur Ulang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michelin adalah produsen ban kendaraan yang berkantor pusat di Clermont, Prancis. Di Indonesia, ban-ban produksi Michelin banyak digunakan pada berbagai jenis kendaraan, seperti sepeda motor, mobil, truk, bus, dan kendaraan tambang. Shutterstock

    Michelin adalah produsen ban kendaraan yang berkantor pusat di Clermont, Prancis. Di Indonesia, ban-ban produksi Michelin banyak digunakan pada berbagai jenis kendaraan, seperti sepeda motor, mobil, truk, bus, dan kendaraan tambang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup Michelin berkomitmen memproduksi ban dengan bahan 100 persen berkelanjutan. Perusahaan Prancis ini menargetkan hal itu dilakukan pada 2050.

    “Keunggulan Michelin dalam hal teknologi bahan baku dihasilkan oleh kapabilitas R&D. Dan didukung oleh 6.000 orang karyawan di tujuh pusat R&D di seluruh dunia di 350 bidang keahlian yang berbeda,” kata pihak Michelin dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Februari 2021.

    Michelin membeberkan langkah untuk mencapai target produski ban mobil dan motor tersebut. Pertama melalui dukungan kemampuan R&D yang kuat.

    BacaMichelin Indonesia Ingin Maksimalkan Penggunaan Pabrik Lokal

    Komitmen para insinyur, peneliti, ahli kimia, dan pengembang produsen ban mobil dan ban motor ini menghasilkan 10.000 hak paten yang mencakup desain dan cara produksi ban.

    Kerja keras tim R&D itu menghasilkan cara guna meningkatkan keamanan ban, daya tahan, performa kendara, dan fitur unggul lainnya, sekaligus target tersebut. Kemudian langkah berikutnya adalah menghadirkan kemitraan kuat dengan perusahaan yang inovatif.

    “Michelin menyadari inovasi berjalan cepat dan dapat diwujudkan melalui kerja sama baru dengan mitra andal,” katanya.

    Itulah sebabnya Michelin menjalin kemitraan dengan perusahaan rintisan inovatif yang berkaitan dengan produksi ban mobil dan ban motor. Teknologi yang dikembangkannya juga telah melampaui dunia ban dan dapat diterapkan pada industri lain.

    Hal tersebut memungkinkan Michelin memanfaatkan bahan baku ban mobil daur ulang yang dapat digunakan kembali secara terus menerus. Teknologi ini juga memungkinkan mendaur ulang polistiren dan memulihkan karbon hitam atau minyak pirolisis dari ban bekas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.