PPnBM Nol Persen, Permintaan Tukar Tambah Mobil Meningkat

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Auto Value. (Suzuki)

    Suzuki Auto Value. (Suzuki)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk jenis mobil tertentu mendorong masyarakat untuk melakukan tukar tambah dengan mobil baru, sehingga meningkatkan suplai pada industri mobil bekas.

    Head of Business Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hendro Kaligis, mengatakan bahwa berdasarkan data di Suzuki Auto Value, showroom mobil bekas milik Suzuki, terdapat penambahan suplai mobil bekas seiring diberlakukannya insentif PPnBM.

    “Dengan kenaikan pembelian mobil baru, orang yang melakukan tukar tambah juga ikut bertambah sangat banyak. Ini menjadi suplai bagi pedagang mobil bekas,” ujar Hendro dalam jumpa pers virtual, Kamis, 4 Maret 2021.

    Dia menambahkan bahwa sejak 1 Maret sampai dengan 3 Maret 2021, data Auto Value di tiga cabang Jakarta menunjukkan adanya peningkatan inquiry atau pemeriksaan tukar tambah yang mencapai hingga 100 persen.

    Baca juga: Harga Mobil Daihatsu Setelah PPnBM Nol Persen Per 1 Maret 2021

    Di sisi penjualan, Hendro mengatakan bahwa sejauh ini belum ada kendala jika dibandingkan dengan Februari. Hal ini berbanding terbalik dengan kekhawatiran para pelaku industri mobil bekas, yang memperkirakan relaksasi PPnBM membuat harga jual mobil bekas anjlok.

    “Sebelumnya memang ada kekhawatiran, tetapi setelah berjalan beberapa hari dan kami evaluasi ternyata dampaknya tidak terlalu besar,” tuturnya. Adapun, Carsome Consumer Survey memperkirakan minat masyarakat untuk membeli dan menjual mobil akan mencapai puncak mulai April 2021.

    Baca: Suzuki Ertiga dan XL7 Dapat Relaksasi PPnBM, Simak Harganya

    Dengan adanya insentif PPnBM nol persen ini, tren tersebut bisa datang lebih cepat. General Manager Carsome Indonesia Delly Nugraha, meyakini bahwa insentif pajak ini akan mendorong permintaan yang lebih besar untuk mobil baru. Pada saat bersamaan, fenomena tersebut akan mendorong suplai mobil bekas.

    “Ketika masyarakat beralih ke mobil baru, akan ada peningkatan suplai untuk mobil bekas. Carsome mengantisipasi akan ada lebih banyak orang yang membutuhkan layanan Carsome untuk menjual mobil mereka saat ini,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan bahwa harga mobil bekas akan turun mengikuti harga mobil baru. Secara rata-rata, harga mobil bekas turun sekitar 10 persen setiap tahunnya. Dengan demikian, seiring pemberlakuan PPnBM nol persen, harga mobil bekas dengan tahun produksi 2019 – 2020 diprediksi turun sekitar 20 persen dari harga beli pertama.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto