Strategi VW jadi Juara Lomba Penjualan Mobil Listrik Dunia

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja merakit mobil Volkswagen model Amarok saat pabrik mobil Volkswagen kembali dibuka usai ditutup sementara akibat pencegahan virus corona di pinggiran Buenos Aires, Argentina, 29 Mei 2020. REUTERS/Agustin Marcarian

    Seorang pekerja merakit mobil Volkswagen model Amarok saat pabrik mobil Volkswagen kembali dibuka usai ditutup sementara akibat pencegahan virus corona di pinggiran Buenos Aires, Argentina, 29 Mei 2020. REUTERS/Agustin Marcarian

    TEMPO.CO, Jakarta - Volkswagen atau VW memasang target penjualan mobil listrik mayoritas di pasar Eropa untuk merek intinya pada 2030. Cara ini ditempuh untuk memenangi persaingan dalam produksi mobil listrik dunia.

    "Dari semua pabrikan besar, Volkswagen memiliki peluang terbaik untuk memenangi perlombaan," ujar Ralf Brandstaetter, yang mengepalai merek VW sekaligus duduk di Dewan Manajemen Grup VW.

    Pembuat mobil terbesar kedua di dunia ini mengungkapkannya dalam peluncuran strategi "Accelerate" seperti dikutip Reuters, Sabtu, 6 Maret 2021.

    Pabrikan otomotif Jerman tersebut menyatakan ingin mempercepat peralihan ke model mobil listrik.

    BacaDeretan Mobil yang Pensiun di 2020 dari VW Beetle hingga Fiat 500

    Brandstaetter menerangkan bahwa kendaraan listrik sepenuhnya buatan Grup VW diharapkan menyumbang lebih dari 70 persen dari total penjualan di Eropa pada 2030. Sedangkan target sebelumnya hanya 35 persen.

    Volkswagen mengatakan telah mengalokasikan sekitar 16 miliar euro (19 miliar dolar AS) untuk investasi dalam tren masa depan mobilitas elektronik, hibridisasi, dan digitalisasi hingga 2025.

    Perusahaan mengakui adanya kecurangan dalam tes emisi diesel AS dan harus berurusan dengan kuota baru Cina untuk kendaraan listrik. Maka perlu dilakukan peralihan strategis ke teknologi tanpa emisi dan self-driving.

    VW ikut berlomba mengembangkan kendaraan listrik untuk memenuhi target emisi CO2 yang lebih ketat di Eropa. Apalagi minggu ini Volvo, dan banyak produsen mobil lainnya, menargetkan line-up kendaraan full-electric pada 2030.

    Stellantis, perusahaan merger antara Fiat Chrysler dan PSA Peugeot, pun berencana memiliki mobil listrik versi full-electric atau hybrid pada semua mobilnya di Eropa pada 2025.

    Di Cina dan Amerika Serikat, VW mengharapkan pangsa mobil listrik akan meningkat hingga 50 persen pada tahun untuk mengalahkan pesaing, termasuk Tesla, untuk menjadi pemimpin dunia dalam produksi mobil listrik.

    "Dengan Accelerate, kami meningkatkan kecepatan dalam perjalanan kami menuju masa depan digital," kata Ralf Brandstaetter, yang mengepalai merek VW sekaligus duduk di Dewan Manajemen Grup VW.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.