PPnBM Nol Persen, Tips Manjur Jual Cepat Mobil Bekas

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas Mangga dua, Jakarta, Senin, 21 Desember 2020. Titik balik meningkatnya penjualan terjadi sejak bulan November lalu, setelah pemerintah resmi batal memberikan relaksasi pajak mobil baru sebesar 0 persen. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas Mangga dua, Jakarta, Senin, 21 Desember 2020. Titik balik meningkatnya penjualan terjadi sejak bulan November lalu, setelah pemerintah resmi batal memberikan relaksasi pajak mobil baru sebesar 0 persen. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasib bisnis mobil bekas menjadi tanda tanya setelah mulai 1 Maret 2021 pemerintah memberikan relaksasi pajak Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM Nol Persen untuk mobil baru.

    Insentif pajak itu membuat harga mobil baru turun belasan juta rupiah, bahkan ada yang puluhan juta. 

    Carsome Consumer Survey memperkirakan minat masyarakat untuk membeli mobil baru dan menjual mobil bekas akan mencapai puncak mulai April 2021, mengingat PPnBM Nol Persen berlaku Maret sampai Mei 2021. 

    BacaPPnBM Nol Persen, Harga Mobil Bekas 2019-2020 Turun 20 Persen

    Dengan PPnBM Nol Persen, menurut General Manager Carsome Indonesia Delly Nugraha, permintaan yang lebih besar untuk mobil baru. Di sisi lain, stok mobil bekas ebrtambah.

    “Ketika masyarakat beralih ke mobil baru, akan ada peningkatan suplai untuk mobil bekas," katanya Rabu lalu, 3 Maret 2021.

    Itu sebabnya, Carsome mengantisipasi lebih banyak orang membutuhkan layanan Carsome ketika menjual mobil bekas.

    Carsome memberikan tips menjual mobil bekas atau mobil lama:

    1. Periksa kondisi mesin dan kelengkapan mobil
    Kesehatan mesin, kaki-kaki, termasuk interior selalu menjadi sorotan dalam ketika akan membeli mobil bekas. Apakah ada tetesan oli, dan bunyi-bunyi yang terdengar cukup kasar.

    Periksa juga bagian shockbreaker, stir, per, dan roda ada bunyi-bunyi yang tidak wajar.

    2. Cuci dan lakukan detailing mobil
    Cuci dan lakukan detailing mobil secara menyeluruh, termasuk bagian kolong mobil. Hal ini diperlukan agar mobil bekas terlihat lebih cantik dan terawat seperti saat awal beli.

    3. Ketahui harga jual sesuai kondisi mobil
    Langkah selanjutnya adalah mencari tahu harga mobil bekas yang sesuai dengan keadaan mobil itu. Harga sebuah mobil dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pajak, kesehatan mesin, jumlah kilometer, hingga keadaan interior dan eksterior.

    4. Persiapkan dokumen-dokumen penting
    Kelengkapan dokumen mobil juga menjadi pertimbangan calon pembeli ketika hendak membeli mobil. Dokumen yang dibutuhkan, di antaranya BPKB, STNK dan lembar pajak, bukti pembelian, Form A dan salinan KTP pemilik mobil, serta kwitansi kosong untuk mempermudah balik nama kendaraan.

    5. Pilih platform yang anti repot dan prosesnya mudah  Menjual mobil bekas bisa menjadi proses yang melelahkan dan memakan waktu, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Penting untuk memilih platform jual-beli mobil bekas online dengan pengalaman jual mobil yang minim bertatap muka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.