Isuzu Astra Donasikan Timbangan Digital untuk Posyandu

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peyerahan donasi timbangan digital Isuzu Astra untuk Pasyandu di Jakarta, 8 Maret 2021. (Isuzu)

    Peyerahan donasi timbangan digital Isuzu Astra untuk Pasyandu di Jakarta, 8 Maret 2021. (Isuzu)

    TEMPO.CO, JakartaPT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) bekerja sama dengan TP-PKK Pusat, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendonasikan bantuan berupa 100 unit Timbangan Digital kepada Posyandu yang ada di Indonesia bagian timur.

    Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Isuzu ini sejalan dengan program CSR Astra International yang terdiri dari 4 pilar, yakni Pendidikan, Kesehatan, UMKM, dan Lingkungan. Begitu juga dengan TP-PKK Pusat Kementerian Dalam Negeri yang punya program memberikan alat timbang untuk Posyandu di seluruh wilayah Indonesia. 

    Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menuturkan, Ernando Demily, mengatakan bahwa kegiatan ini seiring dengan program CSR Isuzu yang memiliki 4 pilar, salah satunya kesehatan. Kerja sama dengan TP-PKK ini begitu penting, karena ikut membantu mensukseskan salah satu program nasionalnya di bidang kesehatan.

    "Kesehatan merupakan fokus utama pemerintah di masa pandemi seperti sekarang ini. Kami juga memiliki program yang sejalan sehingga bisa memberikan donasi berupa alat timbang untuk bayi dan balita di Indonesia," tutur Ernando di Kementerian Dalam Negeri, Senin, 8 Maret 2021.

    Baca juga: andemi Corona, Isuzu Skill Competition 2020 Digelar Online

    Ernando melanjutkan, mensukseskan program kesehatan ini juga harus dimulai dari bawah, artinya bayi wajib mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga ke depannya bisa menumbuhkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. 

    "Seperti yang disampaikan Menteri Dalam Negeri, kalau generasi penerusnya sehat, maka Indonesia akan semakin berkembang. Oleh karena itu, kami pun di sini ikut membantu mengembangkan Indonesia melalui program CSR yang kami hadirkan," ujar dia. 

    Hadir di tempat sama, dalam sambutannya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa, Hari Kesatuan Gerakan (HKG) PKK lahir pada tanggal 4 Maret 1972, dan Peringatan HKG PKK Ke-49 Tahun 2021. Ini bukan waktu yang cukup singkat untuk perjalanan sebuah organisasi. 

    Tito juga menyampaikan, donasi berupa alat timbang untuk bayi dan balita ini begitu bermanfaat, karena di sejumlah daerah banyak yang membutuhkan. Dalam kegiatan ini, Isuzu turut membantu dan akan langsung disalurkan kepada Posyandu-posyandu di daerah yang membutuhkan. 

    "Kami mengucapkan terima kasih, kami harapkan juga generasi penerus kita tumbuh dengan kuat, sehat, dan bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi ke depannya," kata Tito. 

    Selain itu, Tito juga mengatakan peran ibu-ibu PKK di sini begitu penting karena menjadi akselerator peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimulai dari lingkup pertama, yaitu keluarga. 

    "Ibu-ibu yang akan berperan, terutama dalam hal kesehatan di lingkungan keluarga. Ibu PKK di sini juga akan membantu menyalurkan kebutuhan bagi masyarakat yang membutuhkan," tutur dia. 

    Sementara itu, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian menyampaikan kepada para pengurus untuk selalu mengabdikan diri kepada masyarakat. Selain fokus mengendalikan pandemi Covid-19, ia juga ingin fokus menurunkan angka stunting. 

    "Masalah stunting dan pandemi adalah prioritas kali ini. Tantangan ini harus dari semua lini yang bergerak, termasuk PKK ini," kata Tri.

    Isuzu memiliki kegiatan CSR yang bertema "Isuzu Health Partner", salah satu kegiatannya adalah membangun dan mengembangkan sarana dan prasarana Posyandu.

    Program ini digulirkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di lingkungan bisnis Isuzu, dengan menggandeng beberapa posyandu dan pemangku kepentingan lainnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...