Tips 5 Posisi Duduk yang Benar untuk Pengendara Mobil supaya Nyaman dan Aman

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rifat Sungkar. Instagram/@rifato

    Rifat Sungkar. Instagram/@rifato

    TEMPO.CO, JakartaPosisi duduk pengendara mobil tidak bisa disepelekan. Posisi duduk itu mempengaruhi konsentrasi dan ketahanan, serta kenyamanan.

    Posisi duduk pengendara mobil yang tidak nyaman rawan mengurangi konsetrasi yang memungkinkan memicu kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

    "Saat mengemudi itu paling penting adalah soal posisi duduk harus benar-benar ergonomis," kata Brand Ambassador Mitsubishi Motors di Indonesia yang juga pebalap reli nasional, Rifat Sungkar, dalam pernyataannya hari ini, Kamis, 11 Maret 2021.

    Rifat lantas memberikan beberapa tips berkendara bagi pengendara mobil yang benar:

    Posisi Ergonomis
    Sebaiknya pengendara mobil mengatur posisi duduk sebelum melakukan perjalanan agar merasa nyaman.

    Duduk bersandar pada sudut ergonomis akan menurunkan tekanan pada punggung bagian bawah sehingga akan membuat aktivitas mengemudi menjadi nyaman.

    "Pastikan punggung menempel back rest atau sandaran jok. Selain itu, sesuaikan sandaran sehingga pengendara mobil bersandar pada sudut sekitar 100 derajat," ungkap Rifat.

    BacaManual Mobil Setebal Novel Harry Potter, Pengendara Pilih Nonton YouTube

    Posisi Tangan
    Posisi tangan pengendara mobil juga memiliki peranan yang sangat penting, terutama selama dalam perjalanan jauh.

    Tangan adalah organ yang memiliki peran penuh untuk mengendalikan roda kemudi dan tuas persneling.

    Ada baiknya berpegang teguh pada aturan posisi tangan kiri arah jam 9 dan tangan kanan arah jam 3.

    "Bayangkan setir kemudi menyerupai jam dinding. Posisi lingkar kemudi diatur sesuai dengan postur badan, ini ditunjang oleh fitur Tilt and Telescopic Steering pada setiap model mobil Mitsubishi Motors," ucap Rifat Sungkar.

    Fitur Tilt and Telescopic Steering Mitsubishi memungkinkan pengendara mobil mengatur setir naik–turun dan maju–mundur sesuai kenyamanan pengemudi mobil.

    Kaki Tidak Boleh Menekuk
    Posisi kaki pengendara mobil tidak boleh terlalu menekuk dan tidak boleh pula terlalu lurus. Posisi kaki yang tepat saat mengemudi akan mencegah nyeri lutut.

    Aturlah posisi kaki ini dengan menyetel maju mundur jok pengemudi.

    Pengaturan jok pengemudi mobil dapat dilakukan secara manual pada model Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross. Sedangkan pengaturan otomatis dapat dilakukan pada model Mitsubishi Eclipse Cross dan New Mitsubishi Pajero Sport.

    Posisikan Tinggi Kursi
    Tinggi atau tidaknya kursi juga harus diatur sesuai dengan postur tubuh. Posisikan kursi mobil hingga pinggul sejajar dengan lutut dan angkat kursi lebih tinggi jika Anda tidak dapat melihat dengan jelas kaca depan.

    Sebaiknya jangan mengemudi mobil dengan pinggul lebih rendah dari lutut Anda karena akan menyumbat peredaran darah ke kaki.

    Mobil Mitsubishi di Indonesia sudah memiliki pengaturan ketinggian kursi, baik secara elektrik seperti pada Mitsubishi Pajero Sport, Eclipse Cross, dan Outlander PHEV, maupun manual.

    Pengaturan tinggi kursi pengemudi mobil secara manual (diputar) terdapat pada mobil Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross.

    Bedakan Posisi Duduk Saat Malam Hari
    Menurut Rifat Sungkar, perlakuan pengendara mobil pada malam hari berbeda dengan siang hari.

    Survei pengemudi di Indonesia menunjukkan, mayoritas (80 persen) orang mengemudi pada siang hari.

    "Pada malam hari, visibilitasnya berbeda sehingga harus ada penyesuaian sedikit. Paling tidak menyesuaikan jok sekitar 1 atau 2 cm lebih tinggi ketika berkendara di malam hari untuk mendapatkan visibilitas yang tepat," tutur Rifat.

    Dia berpendapat, pengendara mobil pada malam hari harus memperhatikan sudut tikungan. Pengemudi juga harus melihat tikungan dengan jelas.

    Jika posisi duduk sudah benar, Anda dapat merasakan kenyamanan selama di perjalanan. Jika terjadi kecelakaan mobil dalam posisi duduk pengendara mobil yang benar, bisa mencegah cedera yang lebih fatal pada tubuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.