Honda Bikin Filter Udara Kabin Mobil Anti Covid-19, Seperti Apa?

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Honda. (Honda)

    Logo Honda. (Honda)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai. Honda Motor Eropa meluncurkan filter udara kabin mobil anti Covid-19 menjaga keselamatan penumpang.

    Filter udara yang dikeluarkan oleh Honda Motor Europe tersebut memiliki empat lapisan bahan anti Covid-19. Dua mikrofiber pertama bertindak sebagai penghalang pertahanan terhadap debu dan serbuk sari.

    Menurut perusahaan, filter ketiga (filter arang aktif) memberikan penyaringan tambahan. Ini adalah filter terakhir yang dilaporkan memiliki ekstrak buah untuk menjebak partikel virus Corona.

    BacaPembelian Mobil Honda Melalui Online, Ada Promo Khusus

    Honda menyatakan bahwa kemampuan untuk memahami virus Covid-10 selama beberapa bulan terakhir telah memungkinkan pengembangan filter udara kabin mobil.

    "Karena masyarakat sekarang lebih sadar dari sebelumnya tentang dampak kuman dan virus seperti Covid-19, kami berharap permintaan solusi pelindung meningkat pesat," kata Eiichi Hino, Presiden Honda Access Europe NV.

    Honda berupaya menambahkan filter udara kabim mobil Honda ke semua model baru mobil yang tersedia di pasar Eropa. Namun, tidak jelas apakah dan kapan filter udara anti Covid-19 tersedia di negara lain.

    Ini bukan pertama kalinya pembuat mobil mengklaim telah mengeluarkan teknologi penangkal Covid-19 di dalam produknya.

    Pada Maret 2020, Geely, perusahaan induk dari Volvo dan Lotus, telah mengklaim bahwa mobil baru SUV-nya yang disebut Icon menampilkan sistem filtrasi canggih anti sejumlah virus, termasuk Covid-19.

    Tak cuma Honda, perusahaan otomotif seperti Mercedes dan Tesla juga menyatakan sejumlah mobil baru produk mereka menawarkan sistem HEPA opsional anti Covid-19.



    HINDUSTAN TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.