Peringatan akibat PPnBM Nol Persen, Daihatsu: Beli Mobil Baru Bisa Indent

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daihatsu Xenia Sport yang ditampilkan di ajang GIIAS 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Daihatsu Xenia Sport yang ditampilkan di ajang GIIAS 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan relaksasi PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) atau PPNBM Nol Persen bisa menimbulkan lonjakan pesanan mobil baru.

    Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan dampak permintaan yang melonjak setelah PPnBM Nol Persen bisa terjadi indent dalam pembelian mobil baru.

    Menurut dia, kenaikan permintaan mobil baru Daihatsu terlihat dari tumpukan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan). SPK bertambah menyusul kebijakan relaksasi PPnBM sejak Maret hingga November 2021.

    “Pasti ini akan terjadi indent," ucapnya dalam konferensi pers virtual Daihatsu pada Kamis, 18 Maret 2021.

    Indent merupakan proses pembelian barang dengan cara memesan dan membayar tanda jadi atau DP terlebih dulu. Namun, konsumen tidak akan langsung mendapatkan barangnya sampai beberapa waktu tertentu.

    “Berapa lamanya, masih belum tahu."

    BacaDaftar Lengkap Mobil yang Dapat Relaksasi PPnBM

    PT ADM melaporkan, ada empat model mobil Daihatsu yang mendapatkan relaksasi PPnBM Nol Persen, yaitu Daihatsu Xenia, Terios, Gran Max MB, dan Luxio.

    Pemesanan empat model tersebut meningkat 233 persen, artinya 2,3 kali lipat naiknya dari 1-17 Maret dibandingkan Februari 2021.

    Prosentase masing-masing model mobil adalah Daihatsu Xenia meningkat 220 persen, Terios 253 persen, Gran Max MB 194 persen, dan Daihatsu Luxio 197 persen. 

    “Secara supply belum tentu kami bisa memenuhi permintaan yang banyak. Karena bikin mobil tidak seperti bikin roti yang mudah,” kata Amel.

    Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso pun menyatakan khawatir dengan permintaan mobil baru yang meningkat selama kebijakan PPnBM Nol Persen. “Supply belum bisa meningkat karena produksi masih dengan protokol kesehatan, dan masih terbatas."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.