Krisis Semikonduktor, Volvo Trucks akan Hentikan Produksi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Volvo. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Logo Volvo. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Stockholm - Produsen truk Swedia Volvo mengatakan bahwa kekurangan chip semikonduktor akan berdampak besar pada produksi pada kuartal kedua, Senin, 22 Maret 2021.

    Perusahaan tersebut mengatakan akan menerapkan “stop day” di seluruh operasi manufaktur truk globalnya pada awal kuartal.

    "Secara total, saat ini diperkirakan antara dua dan empat minggu tergantung pada lokasi produksi," kata Volvo dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters.

    Baca juga: Pabrik Mobil di Indonesia Aman dari Krisis Semikonduktor

    Volvo mengatakan visibilitas ke dalam rantai pasokan global semikonduktor sangat rendah dan ketidakpastian tentang pengembangannya tinggi. Dikatakan, gangguan itu juga diperkirakan berdampak pada area bisnis lain perusahaan.

    "Gangguan tersebut diperkirakan berdampak negatif pada pendapatan dan arus kas," katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

    Volvo mengatakan pada Februari lalu kekurangan semikonduktor telah mempengaruhi produksi di Ghent, Belgia, dan memperingatkan gangguan lebih lanjut.

    Pesaing Volvo, Scania (bagian dari Volkswagen), awal bulan ini mengatakan bahwa perusahaan mungkin harus menghentikan produksi karena kekurangan chip semikonduktor.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto