Pabrik Raksasa Chip Semikonduktor Mobil di Jepang Kebakaran

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi microchip semikonduktor. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]

    Ilustrasi microchip semikonduktor. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran terjadi di pabrik chip semikonduktor tomotif terbesar kedua di dunia, yang berada di Renesas, Naka, Jepang.

    Kebakaran ini berdampak serius pada pasokan chip semikonduktor mobil dunia. Perusahaan saingan seperti NXP dan ST Micro bakal diuntungkan dengan peristiwa nahas tersebut. 

    Kebakaran pabrik semikonduktor terjadi pada 20 Maret 2021 yang dipicu arus berlebih pada peralatan pelapisan di lantai pertama gedung N3 (jalur 300). Luas area yang terbakar kira-kira 600m2 atau mewakili 5 persen dari luas kamar bersih yang totalnya 12.000m2 di lantai satu gedung N3. 

    Mengingat Renesas adalah pemain semikonduktor otomotif nomor dua dunia, kekurangan semikonduktor mobil global kemungkinan akan semakin memburuk setelah kebakaran pabrik di Jepang.

    Menurut Business Korea pada Senin, 22 Maret 2021, api melahap 11 mesin, termasuk 4 untuk digunakan dalam proses WLP RDL. Sebelas mesin itu sekitar 2 persen dari total peralatan manufaktur pabrik.

    BacaPabrik Mobil di Indonesia Aman dari Gangguan Pasokan Chio Semikonduktor 

    Fasilitas pelengkap, termasuk sistem transportasi wafer, juga rusak akibat kebakaran. Namun, dikabarkan produksi beroperasi seperti biasa di gedung N2 (jalur 200mm) dan gedung WT (pengujian wafer). 

    Kekurangan pasokan chip semikonduktor otomotif global bakal semakin dalam, terutama semikonduktor non-memori (terutama MCU otomotif).

    Renesas mengatakan membutuhkan setidaknya 1 bulan untuk memulihkan fasilitasnya. Perusahaan memiliki persediaan chip semikonduktor untuk 1 bulan, namun akibat kebakaran pabrik chip semikonduktor mobil tersebut bagi industri otomotif akan dirasakan pada kuartal dua 2021.

    Di tengah kekurangan pasokan semikonduktor non-memori, beberapa perusahaan mobil harus mengurangi volume produksinya. 



    BUSINESS KOREA | THE WALL STREET JOURNAL 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.