Makin Beragam Merek Sepeda Listrik, Bertarung Tawarkan Fitur Unggulan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda listrik Vintage Electric Bikes (VEB) seri Scramble dibanderol Rp 124,9 Juta. Bisa dipesan mulai Senin, 21 Desember 2020. FOTO: Dealer Throttle Bike

    Sepeda listrik Vintage Electric Bikes (VEB) seri Scramble dibanderol Rp 124,9 Juta. Bisa dipesan mulai Senin, 21 Desember 2020. FOTO: Dealer Throttle Bike

    TEMPO.CO, Jakarta -  Dahulu sepeda identik dikayuh kaki terus menerus untuk menggerakannya. Kini, sepeda listrik hadir dengan tidak sepenuhnya mengandalkan kayuhan sebagai penggerak roda, sebab pengguna dimudahkan oleh dinamo sebagai energi penggeraknya. Pengguna diberikan pilihan antara mengayuh sampai berkeringat atau mengganti sistem kemudian sepeda tetap bisa berjalan dengan bantuan baterai.

    Di Indonesia, pada 2020, khususnya di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, mahasiswanya sudah mencanangkan konsep sepeda listrik bertenaga surya yang akan dijadikan sebagai alat transportasi dalam kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

    Gagasan Easy Bike dari kelompok Studen Energy Unpad itu dilandasi upaya untuk mengeliminasi emisi gas karbon dioksida (CO2) dari sepeda motor di dalam lingkungan kampus hingga sebesar 1.450 ton selama setahun. Dan setelah dilakukan pengujian ternyata hanya sekitar 90 Watt yang terpakai oleh Easy Bike untuk melaju sejauh 26 kilometer yang setara perjalanan dari Bandung ke Jatinangor.

    Bahkan selain sudah bisa berjalan tanpa dikayuh, kini produsen sepeda listrik Manta5 asal Selandia Baru telah memamerkan sepeda listrik ciptaannya yang bisa berjalan di atas air di Consumer Electronics Show (CES 2020) di Las Vegas, Amerika Serikat, 7 Januari 2020 lalu.

    Sepeda listrik ini bernama Hydrofoiler XE-1, sebuah sepeda dengan rangka aluminium 6061-T6 TIG membuat sepeda ini sekuat rangka pesawat. Sepeda listrik yang memiliki teknologi yang sama dengan teknologi perahu layar Amerika ini dibanderol dengan harga yang mencapai US$ 7.490 atau sekitar Rp 104 juta.

    Bicara kemampuan dan spesifikasi sepeda listrik tidak heran jika sepeda listrik memiliki harga yang beragam dan tidak terbilang murah. Wajar jika begitu adanya karena selain menjual performa, sepeda listrik juga menjual kenyamanan dan gaya. Beberapa sepeda didesain dengan gaya yang bertema futuristik. Sepeda tersebut didesain dengan simpel dengan dua buah roda dan sadel yang seakan mengambang karena tidak ditopang oleh besi penunjang seperti pada umumnya. Ditambah dengan perpaduan warna yang unik sehingga menambah kesan modern.

    Merangkum dari laman Tokopedia setidaknya ada beberapa sepeda listrik yang unik dengan merek dan harga yang beragam. Antara lain dari produk Xiaomi, selain telah menjadi produsen gadget kini ia merambah bisnis ke berbagai sektor seperti sepeda listrik. Xiaomi QiCycle memiliki harga berkisar di angkat Rp 4 juta - Rp 15 juta.

    Baca: Sepeda Listrik Easy Bike Unpad Masuki Pengembangan Tahap kedua

    Ada pula merek lain, yaitu sepeda listrik Selis Butterfly, yang unik dari sepeda dengan harga Rp 4 juta - Rp 9 juta ini, ialah sudah menggunakan ban tubeless dan sudah dilengkapi dengan teknologi power assistant. Sehingga ketika sepeda dikayuh akan terbantu oleh energi yang dihasilkan power assistant ini, dengan begitu pengguna tidak akan terlalu capek dan baterai pun akan lebih hemat.

    Berbeda dari Selis Butterfly yang masih terlihat seperti sepeda biasa, Selis Eagle didesain layaknya motor matic. Dengan harga Rp 6 juta - Rp 11 juta sudah bisa memiliki sepeda listrik yang memiliki fitur key less.

    Ada pula sepeda listrik merek Super Rider Earth yang memiliki fitur keyless dan pada remote key-nya pun terdapat fitur answer back system, sehingga jika pengguna lupa di mana menaruh sepada, dengan mudah bisa menemukannya kembali.

    Selanjutnya ada sepeda listrik Indobike dengan harga Rp 4 juta sampai Rp 7 juta dengan fitur alarm anti maling yang akan membuat pengguna lebih tenang jika parkir di tempat yang dirasa kurang penjagaan atau semacamnya.

    TEGUH ARIF ROMADHON


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.