Kamus Tilang Elektronik: Pelanggaran yang Direkam dan Prosedur Bukti Tilang

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Pipit Witianingsih (kiri) menjelaskan sistem kerja layar pantau lalu lintas di Traffic Management Centre (TMC) Polres Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa 23 Maret 2021. Polres Pekalongan menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dilakukan serentak secara nasional dengan memasang kamera pengawas di empat titik di pusat kota dan pantura Kabupaten Pekalongan dan memasang kamera portabel yang terpasang di helm petugas polisi lalu lintas. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Pipit Witianingsih (kiri) menjelaskan sistem kerja layar pantau lalu lintas di Traffic Management Centre (TMC) Polres Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa 23 Maret 2021. Polres Pekalongan menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dilakukan serentak secara nasional dengan memasang kamera pengawas di empat titik di pusat kota dan pantura Kabupaten Pekalongan dan memasang kamera portabel yang terpasang di helm petugas polisi lalu lintas. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Tilang Elektronik atau biasa disebut Electronic Traffic Law Enforcement ETLE sudah berlaku di sejumlah daerah di Indonesia.

    Tilang elektronik mulai diberlakukan sejak 23 Maret lalu. ETLE bertujuan untuk menekan jumlah pelanggaran lalu lintas.

    Ada beberapa pelanggaran yang dapat direkam tilang elektronik atau ETLE, di antaranya yaitu:

    1. Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan

    2. Tidak memakai helm yang berstandar SNI

    3. Memainkan gawai saat berkendara

    4. Menggunakan plat palsu

    5. Tidak menggunakan sabuk pengaman.

    Pelanggar ini akan dikenakan denda mulai Rp 250.000 sampai dengan Rp 750.000.

    Lalu bagaimanakah proses tilang ini terjadi? Berikut penjelasan mengenai ETLE dan hal yang perlu dilakukan jika terkena tilang elektronik sesuai prosedur yang berlaku.

    1. Kamera ETLE yang terpasang di jalan secara otomatis menangkap pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor.

    2. Data kendaraan akan dikirim ke back office ETLE.

    3. Petugas akan mengidentifikasi data kendaraan menggunakan Electronic Registration & Identification (ERI) sebagai sumber data kendaraan.

    4. Petugas akan menerbitkan surat konfirmasi yang akan dikirim ke alamat pengendara yang melanggar. Surat konfirmasi akan dikirim selambat-lambatnya tiga hari setelah pelanggaran dilakukan.

    5. Pelanggar diberi waktu 8 hari untuk konfirmasi melalui website https://etle-pmj.info/id atau datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum.

    6. Terakhir, petugas akan menerbitkan bukti tilang elektronik untuk pembayaran denda. Apabila pengendara tidak membayar denda dalam kurun waktu 15 hari, pajak STNK secara otomatis akan diblokir.

    WINDA OKTAVIA

    Baca juga: Jika Kena Tilang Elektronik, Begini Cara Bayar Denda Lewat Online


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.