Kamera Video di Mobil Tesla Autopilot Dianggap Langgar Privasi Penumpang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamera yang menghadap ke jalan terpasang dalam sedan Tesla Model S berfitur Autopilot dalam acara Tesla di Palo Alto, California, 14 Oktober 2015. Fitur autopilot dengan pembaruan software 7.0 ini baru akan tersedia untuk pelanggan di Amerika Serikat. REUTERS/Beck Diefenbach

    Kamera yang menghadap ke jalan terpasang dalam sedan Tesla Model S berfitur Autopilot dalam acara Tesla di Palo Alto, California, 14 Oktober 2015. Fitur autopilot dengan pembaruan software 7.0 ini baru akan tersedia untuk pelanggan di Amerika Serikat. REUTERS/Beck Diefenbach

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan kamera di dalam mobil Tesla menimbulkan kekhawatiran pelanggaran privasi. Kamera itu dipasang untuk merekam dan mengirimkan rekaman video penumpang dalam fitur teknologi self-driving alias autopilot. 

    Consumer Reports mengatakan penggunaan kamera video di dalam mobil untuk memperingatkan pengemudi ketika mereka tidak memperhatikan jalan. Namun, itu berpotensi merusak manfaat tersebut.

    "Tesla perlu memperingatkan pengemudi pada saat itu, seperti yang sudah dilakukan oleh produsen mobil lain," kata Jake Fisher, Direktur Senior Pusat Pengujian Mobil Consumer Reports, yang dikutip dari Autoblog hari ini, Senin, 29 Maret 2021.

    BacaFitur Autopilot Tesla Dikalahkan Audi, BMW, Mercedes-Benz, Ford, dan Nissan 

    Berbeda dengan produsen mobil Ford dan General Motors yang sistem pemantauannya tidak dengan rekaman video, melainkan teknologi infra merah.

    Majalah itu menerangkan, teknologi infra merah mengidentifikasi gerakan mata pengemudi atau posisi kepala untuk memperingatkan mereka jika tidak memperhatikan jalan.

    Tesla belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters tentang kamera dan privasi.

    Kamera internal pembuat mobil yang berbasis di Palo Alto, California, tersebut menjadi perdebatan di Cina. Militer Cina melarang mobil Tesla memasuki kompleksnya dengan alasan keamanan.

    Chief Executive Officer Tesla Elon Musk mengatakan pekan lalu bahwa perusahaannya di Cina akan ditutup jika mobil Tesla digunakan untuk memata-matai.

    AUTOBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.