Tesla Desak Pengadilan Hukum Lebih Berat Produsen Mobil Pelanggar Emisi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saham Elon Musk terus bertambah, terutama setelah dia menandatangani pake kompensasi 10 tahun dengan Tesla pada 2018 yang disetujui oleh para pemegang saham. Musk mendapatkan insentif setiap kali Tesla meraih pencapaian baru, yang dia terima tahun ini bernilai sekitar 800 juta dolar AS. REUTERS

    Saham Elon Musk terus bertambah, terutama setelah dia menandatangani pake kompensasi 10 tahun dengan Tesla pada 2018 yang disetujui oleh para pemegang saham. Musk mendapatkan insentif setiap kali Tesla meraih pencapaian baru, yang dia terima tahun ini bernilai sekitar 800 juta dolar AS. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil listrik Tesla Inc. secara resmi mendesak pengadilan banding AS untuk segera memberlakukan kembali peraturan Presiden Barack Obama pada 2016 tentang pelanggaran emisi.

    Obama kala itu membuat aturan hukuman lebih dari dua kali lipat bagi produsen mobil yang gagal memenuhi persyaratan efisiensi bahan bakar.

    Belakangan Pemerintahan Presiden Donald Trump pada 14 Januari menunda dimulainya hukuman yang lebih tinggi hingga model kendaraan 2022.

    Tesla menyatakan kepada Pengadilan Banding Sirkuit Kedua AS bahwa tindakan Trump melanggar hukum. Bahkan, "Mengurangi nilai insentif berbasis kinerja yang diperoleh produsen kendaraan listrik, seperti Tesla, di bawah standar."

    Meski Presiden AS Joe Biden mendukung standar emisi yang lebih ketat, pemerintahannya menentang permintaan Tesla.

    BacaTesla Jadi Perusahaan Otomotif Terkaya Kalahkan Raksasa Toyota 

    Menurut pemerintah, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) sedang meneliti tindakan Trump pada hukuman Ekonomi Bahan Bakar Rata-Rata Perusahaan (CAFE) selama 6 bulan.

    Sebuah kelompok yang mewakili para produsen mobil besar juga menentang tindakan segera yang didesakkan Tesla.

    Tesla tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters. NHTSA pun menolak berkomentar.

    Tesla meminta pengadilan banding untuk bertindak pada 4 Maret 2021.

    "Tindakan mengerikan pemerintahan Trump menghadirkan situasi yang luar biasa karena tidak dapat dibenarkan dan menimbulkan cedera langsung dan tidak dapat diperbaiki pada Tesla," kata perusahaan AS itu.

    Departemen Kehakiman menolak klaim Tesla dengan alasan NHTSA belum menilai hukuman CAFE untuk mobil buatan 2018 atau 2019.

    Tesla, produsen mobil listrik nol emisi, menjual kredit kepada pembuat mobil lain untuk mengurangi beban dalam mematuhi peraturan pemerintah. Perubahan aturan oleh Trump membuat kredit tersebut kurang berharga.

    Tesla menghasilkan pendapatan 1,58 miliar dolar AS dari penjualan kredit regulasi 2020, atau meningkat tajam dibandingkan pendapatan 594 juta dolar pada 2019.



    AUTOBLOG | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.