Yamaha Umumkan Aplikasi Informasi Suku Cadang Motor Asli, Lihat Detilnya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi My Yamaha Motor. Dok YIMM

    Aplikasi My Yamaha Motor. Dok YIMM

    TEMPO.CO, Jakarta - Yamaha menghadirkan aplikasi khusus bernama Yamaha Part Electric Catalogue (YPEC IDN). Aplikasi menyediakan informasi model, sepeda motor Yamaha, harga, hingga ketersediaan suku cadang asli sepeda motor Yamaha.

    Aplikasi Yamaha Part Electric Catalogue (YPEC IDN) bisa digunakan pada ponsel Android dan iOS, serta diunduh melalui Play Store dan App Store.

    BacaBegini Jadinya Jika Yamaha Bikin Mobil Sport

    Aplikasi terbaru tersebut melengkapi fasilitas aplikasi My amaha Motor App, yang menyediakan informasi lokasi dealer terdekat, petunjuk arah, serta fasilitas yang dimiliki dealer motor Yamaha. 

    ADVERTISEMENT

    Konsumen motor Yamaha, Ryan Sudono, menyatakan sudah memanfaatkan YPEC IDN. Menurut dia, aplikasi itu sangat membantu dirinya.

    “Suku cadang menjadi kebutuhan pengguna motor Yamaha,” ujar dia dalam katerangan tertulis Yamaha yang dikutip hari ini, Selasa, 29 Maret 2021.

    Kehadiran aplikasi My Yamaha Motor pada pertengahan April 2020 diklaim semakin membuat Yamaha terhubung secara digital dengan konsumen. Hal tersebut dapat terjadi berkat beragam fitur layanan pada aplikasi yang mampu memberikan kemudahan akses informasi terkait pelayanan after-sales yang disajikan oleh Yamaha.

    “Yamaha ingin menciptakan ikatan yang kuat dengan konsumen dalam bentuk aplikasi online My Yamaha Motor yang lebih memudahkan semua konsumen Yamaha dalam mendapatkan pelayanan terbaik dari seluruh sumber daya yang Yamaha miliki,” kata President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Minoru Morimoto, dalam peluncuran aplikasi My Yamaha Motor secara virtual pada 15 April 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.