Volkswagen Berubah Jadi Voltswagen untuk Merek Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo baru Volkswagen. (VW/Antara)

    Logo baru Volkswagen. (VW/Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan keluar dari media CNBC dan USA Today bahwa Volkswagen akan meluncurkan beberapa mobil listrik dengan merek Voltswagen.

    Kabar itu muncul dari siaran pers Volkswagen Amerika Serikat yang bocor ke media sebelum waktunya.

    "Kami mungkin mengubah K kami menjadi T, tetapi yang tidak kami ubah adalah komitmen merek ini untuk membuat kendaraan terbaik di kelasnya bagi pengemudi dan orang di mana pun," kata CEO VW of America Scott Keogh dalam rilis yang bocor itu.

    Menurut Autoblog, kabar merek Voltwagen untuk merek mobil listrik buatan Volkswagen bukan berita konyol April Mop.

    BacaSedan VW Trinity, Mobil Listrik Otonom Baru Buatan Volkswagen

    Sumber di perusahaan VW AS menyebutkan bahwa VW benar-benar akan memasang logo dan nama Voltswagen untuk produk mobil listriknya. Sejumlah pihak juga telah mendapatkan konformaasi tersebut dari 'orang dalam' VW.

    Associated Press melaporkan bahwa pengumuman resmi dari VW akan disampaikan pada Selasa, 30 Maret 2021, waktu AS.

    Menurut CNBC, mobil listrik buatan VW akan menampilkan lencana bertuliskan "Voltswagen." Mobil-mobil itu juga akan akan mendapatkan varian lencana VW dengan latar belakang biru muda, bukan biru tua seperti pada mobil bensin.

    Nama baru Voltswagen untuk mobil listrik VW akan diterapkan secara eksklusif di AS oleh Voltswagen of America, perusahaan bagian dari Volkswagen Group of America yang memasarkan Porsche, Audi, Bentley, Bugatti dan Lamborghini AS.

    Volkswagen Group of America, tentu, anak usaha Volkswagen AG yang bermarkas di Jerman.

    Kita tunggu pengumuman resmi merek mobil listrik Voltswagen dari Volkswagen AS.



    AUTOBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.