Dijual Rp 340,3 Juta, Wuling Almaz RS Punya Teknologi Semi Otonom

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Almaz RS Two Tone Color. (Wuling)

    Wuling Almaz RS Two Tone Color. (Wuling)

    TEMPO.CO, JakartaWuling Almaz RS resmi dipasarkan mulai Senin, 29 Maret 2021. Yang mengejutkan, Wuling Motors Indonesia mengumumkan harga Almaz RS dengan subsidi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Hal tersebut dilakukan karena Almaz RS tidak termasuk ke dalam produk yang berhak mendapatkan relaksasi PPnBM dari pemerintah.

    “Kami memberikan subsidi PPnBM sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk mempercepat pemulihan penjualan mobil di Indonesia,” kata Brand and Marketing Director Wuling Motors Indonesia, Yin Yi, dalam konferensi pers secara virtual usai peluncuran, Senin.

    Sebanyak tiga varian Almaz RS ditawarkan yakni Almaz RS Exclusive 5-Seater, Almaz RS Exclusive 7-Seater, dan Almaz PRO 7-Seater. Ketiganya dijual dengan harga promo Rp 355,8 juta, Rp 365,8 juta, dan Rp 370,8 juta. Harga tersebut berlaku on the road DKI Jakarta.

    Harga tersebut belum termasuk subsidi PPnBM yang besarannya Rp 15 juta hingga Rp 25 juta yang diberikan hingga 30 April 2021. Harga setelah subsidi PPnBM menjadi Rp 340,8 juta (Almaz RS Exclusive 5-Seater), Rp 350,3 juta (Almaz RS Exclusive 7-Seater), dan Rp 354,8 juta (Almaz RS PRO 7-Seater).


    Baca juga: Mengenal Teknologi Berbasis Internet pada Wuling Almaz RS

    Lantas seperti apa teknologi canggih pada mobil yang menjadi rival berat Honda CR-V dan Mazda CX-5 ini?


    Untuk mobil dengan harga di bawah Rp 400 juta, teknologi pada Almaz RS patut diacungi jempol. Tak hanya satu, tapi banyak teknologi canggih yang diklaim Wuling sebagai yang pertama di kelasnya. Pertama adalah teknologi Internet of Vehicle, lalu Advanced Driver Assistance System (ADAS), kemudian perintah suara berbahasa Indonesia Wuling Indonesia Command (WIND).

    Rangkaian teknologi tersebut memungkinkan terwujudnya ekosistem cerdas yang saling terhubung antara Almaz RS dan penggunanya: Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE).

    Mari kita bahas satu per satu. Salah satu bagian dari WISE adalah Internet of Vehicle (IoV). Inovasi ini menghubungkan pengguna dengan kendaraan melalui aplikasi MyWuling+ serta head unit.

    Berbagai fitur yang bisa dikendalikan dengan aplikasi MyWuling+ terdiri dari Vehicle Positioning, Vehicle Remote Control, Geo-Fencing Security hingga Bluetooth Key. Sedangkan para pengguna dapat mengakses Online Navigation, Online Music, dan Internet Messaging App melalui head unit yang didukung oleh perintah suara berbahasa Indonesia, Wuling Indonesian Command (WIND).


    Baca: Wholesales Desember 2020: Wuling Almaz Lewati Honda CR-V

    Product Planning Wuling Motors, Suhendri Laiman, menjelaskan bahwa inovasi IoV pada Almaz RS memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai kendali serta mengetahui lokasi kendaraannya melalui MyWuling+ sehingga rasa aman dapat selalu terjaga.

    “Pengguna juga dapat dengan mudah memberikan perintah suara untuk mengakses fasilitas navigasi, musik, serta berkirim pesan,” kata Suhendri dalam keterangan resmi, 29 Maret 2021. 

    Berikutnya adalah ADAS. Fitur ini terbagi dalam empat kategori. Pertama adalah Adaptive Cruise yang terdiri dari Adaptive Cruise Control (ACC), Bend Cruise Assistance (BCA), Traffic Jam Assistance (TJA), dan Intelligent Cruise Assistance (ICA).

    Selanjutnya adalah Lane Recognition yang didukung Lane Departure Warning (LDW) dan Lane Keeping Assistance (LKA). Ketiga, Safe Distance & Braking Assistance yang dibekali Safe Distance Warning (SDW), Forward Collision Warning (FCW), Automatic Emergency Braking (AEB), Intelligent Hydraulic Braking Assistance (IHBA), Collision Mitigation System (CMS). Sedangkan terakhir adalah Automatic Light, diakomodasi melalui Intelligent Head Beam Assistance (IHMA).

    Baca: Kupas Tuntas Ubahan Terbaru New Honda CR-V

    Gambaran mudahnya, fitur canggih di atas bekerja dengan kamera dan sensor yang membaca marka jalan. Lane Recognition yang didukung Lane Departure Warning dan Lane Keeping Assistance misalnya, mampu menjaga mobil berada di lajur sesuai marka jalan. Setir akan secara otomatis melakukan koreksi jika mobil tiba-tiba nyelonong keluar lajur atau melanggar marka dan kembali ke posisi lajur semula. 

    Nah, teknologi inilah yang membuat Almaz RS setara dengan sistem semi otonom seperti layaknya mobil canggih. 

    Product Planning Wuling Motors, Danang Wiratmoko, menyampaikan bahwa penggunaan fitur WISE di Almaz RS haruslah digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Setiap pengguna produk ini hendaknya memahami prosedur dan batasan pengoperasian WISE sebelum berkendara dengan menggunakan buku manual sebagai referensinya.


    “Teknologi ini disajikan untuk memberikan kemudahan lebih dalam berkendara, namun pengemudi tetap harus mengawasi dan mengontrol kendaraannya setiap saat demi menjaga keselamatan,” ujarnya.

    Wuling juga memberikan pembaharuan pada tampilan head unit 10,4 inc touchscreen Almaz RS serta menambahkan beberapa fitur lainnya yang dapat dikendalikan melalui perintah suara WIND. Di antaranya adalah pengoperasian wiper serta membuka tutup seluruh jendela dan empat mode pendingin udara yang terbagi menjadi mode hujan, mode segar, mode sejuk, dan mode langit.

    Almaz RS didukung oleh mesin bensin berkonfigurasi 4 silinder berkapasitas 1.500cc turbocharged yang menghasilkan daya maksimal 140 HP dan torsi 250 Nm. Mesin tersebut bertugas menghantarkan performa ke roda depan. SUV ini mengandalkan transmisi CVT yang menjadikan perpindahan gigi halus dan responsif.

    Perihal fitur modern lainnya, Wuling Almaz RS diakomodasi oleh panoramic sunroof, start-stop button, 360o Camera, Electric Parking Brake (EPB) dan Auto Vehicle Holding (AVH), Traction Control System (TCS), Hill Hold Control (HHC) Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Electronic Stability Control (ESC), Tire Pressure Monitoring System (TPMS), Immobilizer, Front & Side Airbag hingga Emergency Stop Signal (ESS).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto