Santro 1993 dari Korsel Pendahulu Mobil Otonom Sebelum Tesla

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil otonom (Silicon Valley/Antara)

    Ilustrasi mobil otonom (Silicon Valley/Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa dekade sebelum perlombaan produksi mobil otonom menjadi kontes bernilai miliaran dolar di antara perusahaan raksasa teknologi, seorang profesor Korea Selatan telah membangun mobil otonom dan mengujinya di seluruh negeri.

    Sayang hasil penelitiannya itu tak diperhatikan dan berakhir di tumpukan sampah. Di sisi lain, saat ini perusahaan mobil self driving atau mobil otonom seperti Tesla dan Google bersaing ketat.

    Han Min-hong, kini 79 tahun, menguji mobil self driving-nya di jalanan Kota Seoul pada 1993, satu dekade sebelum Tesla didirikan.

    Dua tahun kemudian, dia melaju sejauh 300 kilometer (185 mil) dari Ibu Kota Korsel itu ke pelabuhan selatan Busan, melalui jalan tol yang paling banyak digunakan di Korsel.

    Rekaman video menunjukkan mobil otonom Profesor Han melaju di jalan raya tanpa pengemudi. Komputer desktop bertenaga 386 chip, lengkap dengan monitor dan keyboard, ditempatkan di kursi penumpang.

    BacaHonda Akan Produksi Mobil Otonom Level 3 Mulai 2021

    Profesor Han duduk di belakang tanpa sabuk pengaman, asyik melambai ke arah kamera.

    "Rasanya luar biasa," katanya  seperti dikutip hari ini, Sabtu, 3 April 2021, dari Hindustan Times.

    Menurut Han, beban kerja saat itu begitu berat. Tapi timnya bersemangat sebab waktu itu penelitian mobil otonom belum dilakukan orang lain.

    "Sesuatu yang belum muncul di dunia," ucapnya.

    Kala itu Korsel masih berfokus pada industri berat, seperti baja dan galangan kapal. Rata-rata orang Korea juga belum mengenal telepon seluler.

    Korsel juga belum menjadi pusat kekuatan teknologi seperti sekarang. Masih mengejar peniruan daripada inovasi.

    Seseorang bahkan mengatakan kepada Profesor Han, "Mengapa mengembangkan teknologi baru padahal Anda selalu dapat membayarnya?"

    Proyek Han dianggap berbahaya yang dianggap sebagai aktivitas gila. Tapi Han sangat yakin dengan keamanan mobilnya sehingga dia jarang memakai sabuk pengaman, dan tidak pernah memiliki asuransi jiwa.

    Pemerintah Korsel akhirnya memotong dana untuk penelitian Han di Universitas Korea.

    Sekarang, perusahaan mobil listrik Elon Musk, Tesla Inc, bernilai 600 miliar dolar AS. Sedangkan Han's Chumdancha adalah perusahaan kecil di Yongin, selatan Seoul, tempat Han dan seorang karyawannya mengembangkan sistem peringatan khusus untuk mobil otonom.

    Raj Rajkumar, Profesor Teknik Institut Robotika Universitas Carnegie Mellon, Pennsylvania, AS, telah melihat rekaman video mobil otonom Han pada 1990-an untuk AFP.

    "Setara dengan beberapa pekerjaan terbaik pada mobil otonom selama periode itu," ucap Rajkumar. "Sayangnya, pendanaan untuk proyek itu dipotong. Kalau dipikir-pikir, itu tentu bukan keputusan yang bijak."


    HINDUSTAN TIMES | AFP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.