Penjualan Mobil Listrik Bikin Nilai Pasar Tesla Naik 50 Miliar Dolar AS

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Tesla Elon Musk menjadi orang terkaya di dunia hingga melampaui CEO Amazon Jeff Bezos. Naiknya posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia itu berkat harga saham Tesla yang terus naik. REUTERS

    CEO Tesla Elon Musk menjadi orang terkaya di dunia hingga melampaui CEO Amazon Jeff Bezos. Naiknya posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia itu berkat harga saham Tesla yang terus naik. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -  Tesla Inc.bertambah nilai pasarnya sekitar 50 miliar dolar AS karena harga saham pembuat mobil listrik tersebut melonjak pada Senin lalu, 5 April 2021.

    Lonjakan terjadi setelah Tesla membukukan rekor penjualan mobil listrik di Cina. Kondisi ini membantunya mengimbangi dampak kekurangan suku cadang mobil secara global.

    Tesla menjual 184.800 mobil listrik secara global selama kuartal pertama 2021, di atas perkiraan 177.822 mobil, menurut data Refinitiv.

    "Kerja bagus oleh tim Tesla!" kicau Musk di Tweeter pada Senin lalu. "Disebutkan secara khusus tentang Tesla Cina."

    Saham Tesla melonjak hampir 8 persen dalam perdagangan pra-pasar yang membuatnya mencapai level tertinggi selama lebih dari sebulan.

    Baca jugaNilai Saham Tesla Melambung di Atas 500 Miliar Dolar AS

    Saham Tesla kini berada di angka 713 dolar sebelum bel, sedangkan saham produsen mobil listrik lainnya di Cina, termasuk NIO Inc, Workhorse Group, dan Xpeng Inc naik sekitar 3 persen.

    Tesla mengatakan pada Jumat pekan lalu bahwa hal itu didorong penerimaan yang kuat penjualan mobil crossover Tesla Model Y di Cina. Kapasitas produksi perusahaan pun melonjak.

    “Tesla mengeksekusi tanpa cela. Saya tidak terkejut dengan penjualan yang kuat," kata analis Roth Capital Partners, Craig Irwin, seperti dikutip dari Reuters hari ini, Selasa, 6 April 2021.

    Irwin bahkan menilai harga saham Tesla terlalu tinggi. “EV adalah tempat yang menyenangkan, dan Tesla adalah yang terdepan.”

    Analis menyatakan kekurangan chip semikonduktor global yang menghantam sektor otomotif dan meningkatnya persaingan tak membuat Tesla terpuruk. Perusahaan ini malah berhasil memproduksi mobil listrik dengan jumlah yang kurang lebih sama pada kuartal pertama 2021 seperti pada kuartal keempat 2020.

    Setidaknya tiga pialang menaikkan target harga mereka pada saham Tesla.

    Berdasarkan data Refinitiv, Brokerage Wedbush yang paling agresif dengan meningkatkannya sebesar 50 dolar menjadi 1.000 dolar, jauh lebih tinggi dari target harga rata-rata 712,50 dolar.

    Wedbush juga menaikkan peringkatnya menjadi "mengungguli" dari semula "netral."

    Kekayaan pribadi Chief Executive Officer atau CEO Tesla Elon Musk juga terdongkrak lonjakan nilai saham perusahaan hingga lebih dari delapan kali lipat pada 2020. Padahal kuantitas produksi mobil listrik Tesla lebih kecil daripada  Toyota Motor, Volkswagen, dan General Motors.

    “Sektor (EV) terlihat prima untuk melanjutkan langkahnya lebih tinggi, mengingat lonjakan permintaan untuk EV di Cina, Eropa, dan jumlah penjualan Tesla AS bisa menjadi percikan yang diperlukan untuk memulai reli berikutnya,” tutur Jesse Cohen, Analis Senior Investing.com.


    REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.