Hari ini: 1 Mei 1994, Pembalap F1 Ayrton Senna Meninggal di Sirkuit Imola Italia

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayrton Senna. dgtn.com

    Ayrton Senna. dgtn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bertepatan dengan hari ini, 1 Mei 1994 silam, pembalap mobil profesional F1 asal Brasil, Ayrton Senna da Silva atau Ayrton Senna meninggal akibat kecelakaan di Sirkuit Imola saat mengikuti Grand Prix San Marino, Italia di usianya yang ke-34 tahun.

    Ayrton Senna merupakan pembalap di arena Formula 1 (F1) atau Formula One dari musim 1984 dan sepanjang kariernya Senna telah meraih gelar juara dunia sebanyak tiga kali yakni musim 1988, 1990 dan 1991 saat dirinya bergabung dengan tim McLaren.

    Kecelakaan yang dialami Senna dalam arena balap pada 1 Mei 1994 tersebut berawal di start lap ke-7 saat ia memimpin pertandingan di depan mobil Williams Reanult, mobil Senna keluar dari trek ketika memasuki tikungan Tamburello. Diduga hal itu disebabkan mobil Senna yang kurang stabil sejak di awal start di posisi pole. Beberapa saat setelah mobil Senna keluar jalur, mobil balap tersebut menerjang pembatas hingga menyebabkan Senna tak sadarkan diri.

    Sepuluh detik kemudian, usai kecelakaan tersebut, bendera merah dikibarkan dan pertandingan balap ditunda saat itu juga. Tim Marshall segera memasuki lokasi terjadinya kecelakaan dan mendapati Senna sudah tidak sadarkan diri. Senna dilarikan di rumah sakit terdekat di Maggiore, Bologna. Dua jam berselang, dokter di rumah sakit Maggiore mengumumkan bahwa Ayrton Senna meninggal.

    Berdasarkan analisis dokter, Senna meninggal dunia akibat pendarahan hebat di bagian kepala akibat benturan. Sementara itu pihak otoritas Italia menyimpulkan bahwa bisa jadi kecelakaan tersebut disebabkan karena pengaman di sirkuit yang kurang.

    Dugaan lain, kemungkinan sirkuit yang digunakan terlalu sempit, apalagi sehari sebelumnya, pembalap dari Austria, Roland Ratzenberger, juga meninggal karena kecelakaan di babak kualifikasi, dan menjadikan GP San Marino 1994 balapan paling kelam dalam sejarah F1.

    Ayrton Senna memulai karier balapan sejak usia kecil di ajang gokart, kemudian pada 1981 ia lantas pindah ke balapan mobil roda terbuka dan memenangkan gelar juara di musim 1984 pada ajang Formula Tiga di Inggris.Pada tahun yang sama, Senna memulai debut di F1 bersama tim Toleman.

    Pada 1985, Senna pindah ke tim Lotus dan memenangi enam lomba dalam kurun waktu tiga musim berikutnya. Kemudian pada 1988, Senna beralih ke tim McLaren dan bermitra bersama pembalap Prancis, Alain Prost.

    Kematian Ayrton Senna merupakan peristiwa yang terjadi sepanjang GP San Marino di Sirkuit Imola di Italia. Jenazah Senna dimakamkan di Pemakaman Morumbi, Sao Paulo, Brasil pada 5 Mei 1994, sementara jenazah Ratzenberger yang meninggal sehari sebelumnya dimakamkan di Maxglaner Friedhof, Salzburg, Austria pada 7 Mei 1994. 

    HENDRIK KHOIRUL MUHID 

    Baca: Lelang Monaco, Mobil Balap F1 Ayrton Senna Laku 4,19 Juta Euro



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.