Krisis Semikonduktor, Ford Pangkas Produksi di Jerman

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Ford. REUTERS/Mike Segar

    Logo Ford. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.CO, JakartaProdusen mobil Amerika Serikat, Ford Motor Co,  mengatakan pada hari Senin, 3 Mei 2021, bahwa pihaknya akan mengurangi produksi di pabrik Cologne dan Saarlouis, Jerman, untuk beberapa minggu ke depan karena kekurangan chip semikonduktor.

    "Situasi di pasar semikonduktor global tetap tegang dan, menurut semua perkiraan, akan terus demikian dalam beberapa bulan mendatang, mengakibatkan kemacetan pasokan," kata juru bicara Ford dalam sebuah pernyataan seperti dilaporkan Reuters.

    Produsen mobil itu mengatakan pihaknya berencana untuk mengganti produksi yang hilang "sebaik mungkin" dan akan memprioritaskan kendaraan yang sudah dipesan oleh pelanggan.

    Ford mengatakan sekitar sepertiga dari 15.000 pekerjanya di Cologne akan diperpendek jam kerja dari 3 Mei hingga 18 Juni dan 30 Juni hingga 9 Juli. Ia mengatakan produksi akan dimulai kembali pada 16 Agustus setelah libur pabrik berikutnya.

    Krisis chip semikonduktor membuat produsen otomotif global kelimpungan. Selain Ford, General Motors, Toyota, Volkswagen, Nissan, Mitsubishi, Stellantis, dan lainnya juga memangkas produksinya di sejumlah negara.

    Pabrik-pabrik di Amerika Utara merupakan yang paling parah terdampak kelangkaan chip semikonduktor. 

    Baca juga: Krisis Semikonduktor Berlanjut, Stellantis dan Ford Kurangi Produksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.