Mobil Listrik Kia EV6 Laris Manis di Eropa

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produsen mobil asal Korea Selatan, Kia Motors, merilis kendaraan listrik terbaru, Kia EV6, pada 29 Maret 2021. Kia mengklaim pemesanan EV6 tembus 21 ribu unit hanya dalam waktu 24 jam setelah pemesanan dibuka. Foto : Kia

    Produsen mobil asal Korea Selatan, Kia Motors, merilis kendaraan listrik terbaru, Kia EV6, pada 29 Maret 2021. Kia mengklaim pemesanan EV6 tembus 21 ribu unit hanya dalam waktu 24 jam setelah pemesanan dibuka. Foto : Kia

    TEMPO.CO, JakartaKia Motors mengatakan bahwa mobil listrik Kia EV6 mencatat banyak pesanan pra-penjualan di Eropa. Hal tersebut disampaikan produsen asal Korea Selatan pada Rabu, 5 Mei 2021. 

    Menurut produsen mobil itu, pesanan pra-penjualan untuk Kia EV6 telah mencapai 7.000 unit di Inggris, Prancis, Jerman, dan negara-negara besar lainnya, dengan jumlah yang akan terus meningkat, demikian dilansir Kantor Berita Yonhap, Rabu.

    Kia meluncurkan crossover EV-nya yang dibangun di atas platform khusus pada bulan lalu dan menerima 21.016 unit pre-order pada hari pertama peluncurannya di Korea Selatan, yang mencetak rekor baru di antara model SUV pembuat mobil.

    Permintaan awal untuk EV6 telah jauh melampaui target penjualan Kia sebesar 13.000 unit untuk tahun ini di kandang sendiri.

    Produsen mobil itu menargetkan untuk menjual 17.000 EV6 tahun ini di pasar luar negeri.

    EV6 dihargai lebih dari 45 juta won hingga sekitar 55 juta won (Rp580 juta hingga Rp709 juta) di Korea Selatan. Dengan subsidi pemerintah setempat, kendaraan tersebut bisa dibeli dengan harga di bawah 40 juta won.

    Mobil listrik ini menawarkan dua pilihan kemasan baterai, yakni baterai standar 58-kilowatt-hour (kWh) dan baterai jarak jauh 77,4-kWh.


    Baca juga: Kia Sebar Foto Mobil Listrik EV6, Desain Menawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.