Nasib Pesepeda: Jalur Sepeda Permanen Sudirman-Thamrin Bakal Dihapus

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pesepeda melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Ahad, 14 Maret 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah pesepeda melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Ahad, 14 Maret 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalur sepeda permenan di Jalan Sudirman-Thamrin DKI Jakarta bisa saja sebentar lagi tidak ada. Yang ada hanya jalur untuk kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil.

    Wakil Ketua Komisi III DPR yang membidangi hukum, Ahmad Sahroni, mendukung rencana Polda Metro Jaya untuk meniadakan jalur sepeda permanen di kawasan itu. 

    “Saya menyambut baik gagasan Polda Metro Jaya untuk meniadakan jalur sepeda permanen di Sudirman-Thamrin," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 10 Mei 2021.

    Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya menyatakan sedang mempertimbangkan untuk meniadakan jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin.

    Jalur sepeda permanen tersebut dianggap tidak efektif karena masih sering dilewati sepeda motor dan tingginya angka kecelakaan.

    Sahroni menjelaskan bahwa sebagai orang yang rutin lewat jalur Sudirman-Thamrin, baik dengan mobil maupun dengan sepeda, dia meniali jalur sepeda sangat tidak efektif.

    Politikus Partai NasDem itu bahkan berpendapat kehadiran jalur sepeda di Sudirman-Thamrin terkesan tidak berfaedah dan justru memancing banyak pelanggaran.

    Menurut dia, jalur sepeda itu tidak cocok untuk aktivitas pengguna sepeda "sport" yang kecepatannya cukup tinggi.

    "Pesepeda sport terpaksa tidak melewati jalur sepeda dan mereka hanya melintas paling lama 3 jam, dari pukul 5-8 pagi," ujarnya.

    Sahroni menjelaskan karena penggunaan jalur sepeda permanen paling lama 3 jam maka lebih banyak dimanfaatkan pengguna sepeda motor, bukan oleh pesepeda.

    BacaKata IMI Soal Rencana Jalur Sepeda Motor di Jalan Tol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.