Mobil Otonom, Survei: Mayoritas Pengemudi Konvensional Kurang Aman Berbagi Jalan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil otonom Honda - AutoX menjalani pengujian di Cina. (gizmochina.com)

    Mobil otonom Honda - AutoX menjalani pengujian di Cina. (gizmochina.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun uji mobil otonom diizinkan di jalanan 38 negara bagian plus Washington DC, AS, banyak pengemudi menyatakan tidak menyukai berbagi jalan dengan kendaran teknologi baru itu.

    Hasil survei AAA dan Harvard menunjukkan bahwa 43-53 persen pengemudi menyatakan kurang aman bersama mobil otonom. Hanya 11-13 persen yang merasa aman, dan sisanya tidak yakin akan aman.

    Dilansir Autoblog pada Senin, 24 Mei 2021, survei tersebut juga mengungkapkan bahwa ada usulan perusahaan membuat jalur dan waktu tertentu.

    Musim panas lalu, Michigan mengumumkan pembangunan koridor bus otonom Detroit hingga Ann Arbor.

    Meski banyak pengemudi merasa kurang aman berada di jalan dengan mobil otonom, tapi mereka terpecah antara mendukung atau menentang pengujian kendaraan otonom di jalan umum.

    Menurut survei AAA dan Harvard, responden terbagi rata antara yang mendukung, menentang, atau tidak yakin. Ini artinya ada peluang para pengembang mobil otonom untuk mendidik pengendara agar mendapatkan kepercayaan publik.

    BacaBeijing Akan Bangun Zona Khusus Mobil Otonom Berbasis Cloud 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.